Minut-Musim kemarau yang berkepanjangan melanda Sulut, termasuk juga di Kabupaten Minut, sehingga mempengaruhi musim tanam para petani untuk tanaman palawija dan holtikultura.
Dikatakan Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Dispertanakbun) Minut Ir Wangke Karundeng, bahwa kemarau panjang saat ini disiasati para petani dengan penundaan waktu tanam palawija dan holtikultura agar penanaman yang dilakukan tidak sia-sia.
“Kalau normal seharusnya waktu tanam dilakukan Juli, Agustus, September. Jadi sekarang ditunda sampai mulai musim hujan,” tutur Karundeng, Minggu (20/09/2015) .
Ditambahkan Karundeng, akibat musim kemarau saat ini, tanaman yang ditanam bulan Juli malah mengalami gagal panen. Namun menurut Karundeng, khusus lahan sawah tak mengalami perubahan musim tanam karena terus dialiri air dengan menggunakan pompa dari saluran irigasi.
“Ada sejumlah irigasi telah dibangun Pemkab Minut dan dilengkapi pompa di beberapa wilayah. Saat ini ada enam pompa yang kita pasang di irigasi pertanian supaya persawahan tidak mengalami kekeringan,” jelas Karundeng.
Karundeng mengimbau masyarakat, agar memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam tanaman-tanaman bumbu dapur di polybag.(ecanamangge)

























