Mitra-Meski sempat dipulangkan Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), beberapa waktu lalu, namun organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) tak merasa jerah. Malah, organisasi ini teridentifikasi sudah berada di Mitra lagi, tepatnya di Kecamatan Belang.
Menurut informasi, kelompok gafatar dipastikan terlihat di wilayah Belang, belum lama ini.
“Masih terlihat di wilayah Belang. Melakukan apa, saya juga kurang tahu,” ujar sumber yang meminta namanya tidak dipublis.
Kata dia, sebaiknya pemerintah bergerak cepat untuk menangani organisasi tersebut.
“Meskipun legal, seharusnya semua persyaratan keorganisasian harus dipenuhi. Apalagi ketika didesak pemerintah,” ujar sumber.
Ronald Sahelangi, pemerhati Mitra mendesak agar persoalan organisasi ini harus diselesaikan secara cepat dan tepat. Sebab, setahu dia, terbentuknya organisasi tersebut diakui pemerintah dan diterima masyarakat.
“Kalau belum ada kejelasan status organisasi, bisa dibilang ilegal dan bisa dibubarkan demi aturan yang berlaku,” seru Sahelangi.
Terpisah, Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mitra Ventje Tamowangkay mengaku sudah menerima informasi tersebut. Dan menurut dia, pihak gafatar sempat meminta ijin dari pihaknya, bermaksud akan melakukan sosialisasi.
“Cuma saya tidak ijinkan untuk melakukan sosialisasi, karena persyaratan belum lengkap,” imbuhnya.
Dia mengaku, terus memantau ruang gerak dari organisasi tersebut.
“Kami tetap lakukan pemantauan terhadap organisasi tersebut,” pungkas mantan Kadiscapilduk ini.(Alfian Jay)




















