Manado – Selang tiga bulan kepemimpinan Kepala Sekolah SMKN 4 Manado Dra Grace Sanger mendapatkan soroton kalangan guru maupun siswa.
Pasalnya, kepercayaan yang dipangku oleh Sanger di berbagai hal membawa berbagai persoalan.
Menurut salah satu siswa di SMKN 4 Manado yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan dalam pengembangan bakat dan minat semisal ekstrakurikuler tidak berjalan.
“Kepsek telah melarang sejumlah kegiatan eksul dengan alasan memakan dana,”ujar siswa ini kepada Cybersulutnews.co.id.
Bukan hanya itu, kegiatan eskul seperti futsal, kepramukaan,teater akan dihapuskan. Padahal, kegiatan yang telah berjalan tersebut membawa sekolah ini dikenal. Di ajang teater, sekolah ini berhasil meraih prestasi di lomba teater baik tingkat provinsi maupun nasional.
Lain halnya dengan salah satu siswa yang tidak diperkenankan mengikuti ujian karena belum membayar uang Komite Sekolah.
Sebelumnya di berbagai kesempatan Walikota Manado, Vicky S Lumentut selalu menekankan jika masalah administrasi bukan urusan siswa.
“Siswa tidak diperkenankan tidak mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dikarenakan tidak dapat menyelesaikan adminitrasi,” tegas Lumentut.
Saat dikonfirmasi, Kepala SMKN 4 Manado Dra Grace Sanger membantah bahwa melakukan hal tersebut.
“Saya langsung turun tangan menanyakan langsung kepada siswa. Sebab orangtua telah memberikan. Akan tetapi si anak tidak membayarkan,”katanya.
Sementara adanya hal ini siswa tersebut langsung membayar meski uang komite sebesar Rp 150 ribu belum lunas. Ditambahkan, kas sekolah telah kosong. Banyak guru honor yang belum dibayar dengan total Rp 15 juta.
“Maka saya ikut turun tangan agar siswa tersebut melunasi,”kilahnya.
Diketahui jurusan pelayanan sosial dan broadcasting sekolah ini semakin menyerap masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya disekolah ini. Namun sangat disayangkan, sekolah ini tidak memiliki guru tetap. (tian)


























