Manado – Koperasi di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dibidik menjadi koperasi skala besar di Indonesia.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulut, Maurits Berhandus mengatakan saat ini Kementerian Koperasi dan UKM RI tengah sibuk melakukan pemetaan kekuatan koperasi-koperasi skala besar di tanah air.
“Koperasi-koperasi yang ada di daerah ini, kini tengah dibidik dalam pemetaan untuk dinominasikan masuk daftar 3.000 besar dunia, salah satunya koperasi di Sulut,” katanya.
Tekad dari pemerintah pusat tersebut merupakan pembuktikan koperasi di negara ini. Di mana, koperasi yang ada di Indonesia juga memiliki kapasitas yang sama dengan ratusan koperasi di dunia, yang tercatat di Internasional Cooperative Allianze (ICA) atau organisasi koperasi internasional. “Kami siap mewujudkannya menjadi koperasi dengan skala yang besar,” tambahnya.
Sosialisasi dilaksanakan di propinsi yang mempunyai koperasi dengan standar nasional. Yakni, jumlah aset sebesar Rp10 miliar setahun, volume usaha senilai Rp 50 miliar per tahun dan anggota minimal 1.000 orang. Saat ini, target sosialisasi tercatat sekitar 19 koperasi yang tersebar di Maluku Utara, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, Bangka Belitung, dan Jawa Tengah.
Sementara itu, menurut Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring seperti dilansir dari situs resmi kementrian mengatakan bahwa visi pada program koperasi skala besar masuk agenda kerja Periode 2010-2014.
Yang intinya agar koperasi menjadi sehat dan kuat. Metodanya, menciptakan iklim usaha kondusif, mengembangkan usaha koperasi skala besar, meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatnya jumlah koperasi berkualitas dan meluasnya cakupan keterkaitan usaha.(Nancy tigauw)




















