Lasut :Mobnas DPRD Mitra Sarat Mark-up

Ketua DPRD Mitra, Tonny Lasut
Ketua DPRD Mitra, Tonny Lasut

Mitra -Pernyataan menarik disampaikan wakil ketua DPRD Mitra Tonny Lasut senin (15/09). Pasalnya,kendaraan dinas DB 7 dan DB 8 yang dikhususkan bagi dua wakil ketua diduga di markup pihak bagian umum sekertariat DPRD Mitra. Tidak itu saja,meja dan kursi Dewan yang baru dan papan nama anggota DPRD kata dia diduga sarat mark up juga.

“Masakan papan nama yang biasanya diletakan di atas meja anggota DPRD seharga Rp.2 juta-an / unit,”tegas Lasut. Lanjut Lasut,dimana 25 anggota DPRD dan sekrtariat lainnya anggaran untuk papan nama saja seharga satu unit rumah bagus. Ini patut dipertanyakan bagian umum di Dewan sebut Lasut lagi.

Mantan ketua DPRD 2009-2014 tersebut menambahkan,dirinya juga mempertanyakan Mobnas DB 7 yang digunakan sekarang.
“Saya tahu harga Mobil Nissan tipe X – Trail manual tersebut hanya sekira Rp.270-280an juta/unit. Namun belakangan angkanya tembus Rp.343 jutaan.Ini juga patut di pertanyakan,” tegas Lasut.
Lasut menduga ada yang tidak beres pengadaan Mobnas Xtrail tersebut.Lihat saja, jika dua unit berapa selisihnya. Padahal sebelumnya rencana pengambilan Mobnas adalah merk Hunday sebagaimana hasil rapat bersama bupati,sekda dan pihak DPRD. Namun anehnya,tiba tiba pihak sekertariat DPRD mengalihkan kendaraan tersebut ke Xtrail. “Saya sampai hilang kepercayaan pihak Hunday,karena sudah order duluan dan dibatalkan.Mau taruh dimana wajah saya,” ujar Lasut kesal.

Terpisah,pihak sekertariat DPRD melalui kabag umum Drs Franky Wowor ketika dikonfirmas sejumlah wartawan diruang kerjanya memberikan klarifikasi paket Xtrail tersebut. Kata Wowor apa yang dituduhkan kepada dirinya itu,dia siap mempertanggungjawabkan. Terkait dengan pengadaan kendaran dinas Xtrail ,dirinya sudah berkordinasi dengan bupati Mitra, James Sumendap dan bupati menyarankan XTrail.
“Jadi saya harus ikut petunjuk mana?,”ujarnya mempertanyakan. Dan soal harga,Wowor menjelaskan, Standarisasi harga sesuai harga katalog Lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah(LKPP)sebutnya. Lanjut Wowor,kalau saya mau jujur dan untung lebih,justru Hunday bisa untung 15 jutaan/unit ujarnya.Dan soal papan nama memang itu sesuai harga pihak ke tiga,” kunci Wowor. (alfian tompunu)

Tinggalkan Balasan