Manado – Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) masuk pada debat publik kandidat yang digelar KPU di Hotel Sutan Raja, Kota Kotamobagu, Rabu (9/10/2024) malam tadi.
Pada debat perdana ini, Calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 3 Drs Steven Kandouw-Letjen (Purn) Denny Tuejeh (SK-Dt) tampil luar biasa. Keduanya berhasil menguasai materi dan jalan debat. Apalagi Cagub Steven Kandouw.
Tahapan debat seperti ini bukan barang baru baginya. Dua kali menjadi Wakil Gubernur dan berhasil mendampingi Olly Dondokambey sebagai Gubernur, Cagub SK terlihat begitu tenang, santai dan berkelas. Ia memaparkan visi misi berkelanjutan serta menjawab setiap pertanyaan dengan baik dan menyakinkan.
Mengenai isu perubahan iklim dan pemanasan global misalnya. Materi ini sengaja diangkat karena terkait dampak dan ancaman yang bisa bersentuhan dengan aspek kehidupan, termasuk ketahanan pangan.
SK ditanya cara memitigasi dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan berkelanjutan, dan bagaimana mempertahankan lahan pertanian agar tidak dialihfungsikan.
“Kita akan memperketat regulasi itu, jika ada lahan yang harus dialih fungsikan, maka harus ada penggantian lahan. Lahan pertanian terutama untuk memproduksi kebutuhan pokok. Harus kita siapkan penggantinya apabila memang perlu,” ujarnya bijak.
Yang tak kalah penting kata Cagub Steven, bagaimana menjaga distribusi logistik pangan serta mengoptimalkan sinergitas dengan instansi vertikal.
“Salah satunya Bolog. Ini guna untuk memastikan ketersediaan pangan,” jelasnya.
Soalperubahan iklim yang saat ini menjadi masalah global, SK-DT berkomitmen dan memastikan program pro petani. Mulai dari bantuan pupuk dan membangun sarana prasarana.
“Kalo perlu kita tetapkan digitalisasi pedesaan agar kita tahu persis daerah-daerah yang kekurangan pupuk,” papar Steven Kandouw.
Sementara itu, pasangan calon Wakil Gubernur nomor urut 3 Denny Tuejeh memaparkan beberapa hal soal pemberdayaan ekonomi lokal di Sulut agar tidak tergerus modernisasi dan persaingan.
“Keterlibatan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), mampu memberikan kontribusi positif dalam peningkatan ekonomi daerah,” ucapnya.
Kata dia, ada tiga strategi yang akan dilakukan untuk memberdayakan ekonomi lokal, yakni peningkatan sumber daya manusia (SDM) sampai permodalan.
“Kita melakukan meningkatkan kualitas SDM, meningkatkan studi banding, seperti di Bandung. Memberikan akses kepada perbankan untuk memberikan permodalan,” tandasnya.




















