LPG 3 Kg Langka di Minahasa, Ini Kata Bupati RD

Minahasa – Kelangkaan LPG 3 Kg yang sudah berlangsung cukup lama disejumlah tempat di Kabupaten Minahasa, membuat masyarakat semakin resah.

Tak ayal, keluhan masyarakat akan kelangkaan tabung hijau berisi tiga Kg gas ini pun sampai langsung ke telinga Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP, saat dirinya melakukan inspeksi mendadak di Pasar Tondano, Selasa (10/02) pagi.

Pada sidak dalam rangka memasuki Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri tahun 2026, Bupati RD didampingi Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, mendapat keluhan dari masyarakat karena susahnya cari gas 3 Kg.

Menurut mereka, kalaupun tersedia, itu sudah dijual di warung-warung dengan harga yang jauh di atas harga normal, dan tak menunggu pama langsung kosong.

“Susah cari gas pak Bupati, kalau ada, harganya sudah mencapai Rp 30 ribu di warung, sedangkan di Pangkalan LPG, pemilik selalu bilang habis, walaupun baru saja masuk stok,” keluh warga.

Merela pun meminta Pemkab Minahasa memberikan sanksi tegas kepada pangkalan yang diduga tidak menyalurkan LPG sesuai aturan.

“Dugaan kami pak, ada pangkalan nakal yang sengaja menjual LPG hanya kepada warung langganan mereka dengan harga di atas HET. Lalu warung menjual dengan harga yang sudah mahal,” imbuh warga.

Bupati pun langsung bereaksi atas kelurahan warga ini. Dia menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah tegas terhadap pangkalan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam distribusi LPG bersubsidi.

“Pangkalan LPG yang kedapatan melanggar aturan, akan kami tindak tegas. Pemkab Minahasa akan mengajukan penambahan kuota LPG 3 kilogram selama bulan Ramadhan, semoga tidak ada lagi kelangkaan,” tandasnya.

Sementara, hasil sidak di Pasar Tondano, Bupati mengatakan bahwa, harga Gas LPG di pangkalan dan BBM di SPBU masih terbilang normal, dan sejumlah komoditas utama seperti sembako masih berada pada kondisi relatif stabil meskipun terdapat fluktuasi.

“Harga komoditas utama seperti beras, minyak goreng, bawang, rica, dan tomat, masih tergolong fluktuatif, namun tidak signifikan. Sementara, sejumlah pangkalan LPG kami dapati belum tersedia stok. Pihak pangkalan menyampaikan stok LPG masuk sesuai jadwal,” kata Bupati.

Bupati menegaskan, Pemkab Minahasa akan terus memantau secara berkala guna perkembangan pasar dan akan menekan potensi inflasi daerah.

Turut mendampingi, Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa, Ketua DPRD Minahasa, perwakilan Kodim 1302/Minahasa, Waka Polres Minahasa, serta sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Minahasa yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan