Manado – Nama Glady Kawatu SH MSi, pernah sangat akrab di telinga masyarakat Sulut, khususnya Minahasa karena sempat memegang beberapa jabatan strategis di Pemkab Minahasa, seperti Kabag Humas Setdakab, Kadis Kominfo dan Kepala BPMPD.
Namun sejak dinonjobkan Bupati Minahasa, Jantje Sajow, (01/04/13) silam, praktis adik kandung Kadis Diknas Gemmy Kawatu ini menghilang dari pemberitaan media.
Setelah lebih satu tahun menghilang, nama Glady Kawatu kembali muncul ke permukaan menyusul masuknya ‘pejabat kesayangan’ Stevanus Vreeke Runtu (SVR) ketika menjabat Bupati Minahasa ini, pada mutasi pejabat Pemprov Sulut, Senin (29/09/14). Glady Kawatu yang dipercaya menjabat Kepala UPTB Bapelitbang di BAPPEDA Sulut, kini berada di gerbong pemerintahan yang dikomandani Gubernur SH Sarundajang (SHS).
Lebih sepekan berada di gerbong pemerintahan SHS, Glady Kawatu mulai disibukkan dengan tugas-tugas di balai yang ia pimpin. “Setelah dilantik saya langsung dapat tugas luar dari Kepala Bappeda Roy Roring. Baru tiba kembali tadi malam,” ungkap Kawatu kepada wartawan, Kamis (09/10/14).
Menurutnya, sebelum tugas luar ia telah meminta stafnya untuk mempersiapkan acara pisah sambut kepala UPTB Bapelitbang Bappeda Sulut. “Hari ini (Kamis, 09/10) kami gelar acara pisah sambut. Perpisahan untuk pejabat lama dan menyambut saya sebagai pejabat baru,” ujarnya sembari menerangkan bahwa pisah sambut ini penting dalam rangka menjalin hubungan keekeluargaan di lingkungan tempat kerja.
“Kita ini bukan robot, kita punya ikatan emosional satu dengan lainnya. Saya katakan harus ada acara pisah sambut terutama untuk menghargai pejabat lama yang telah bersama-sama selama 3 tahun di UPTB ini. Saya sampaikan jangan ketika pejabat pindah tugas, kita biarkan saja tanpa memberi penghargaan. Lewat acara pisah sambut ini saya minta kepada staf untuk memberikan bingkisan ucapan terima kasih kepada pejabat lama,” katanya.
Kawatu mengaku saat ini ia tengah mempelajari Tupoksi dan mengenal staf lebih dekat sambil membenahi ruang kerja.
“Di sini saya dituntut untuk belajar lagi. Lebih satu tahun terakhir saya lebih banyak hanya nonton tv saja, kini saya diperhadapkan dengan banyak istilah dan singkatan-singkatan. Ini merupakan tantangan baru karena basic pendidikan saya kan Sarjana Hukum dan Magister Ilmu politik. Jadi saya dituntut untuk banyak buka buku lagi,” tutur birokrat yang mengaku keluar dari pemprov Sulut 10 tahun silam untuk menjabat eselon III di Minahasa, 10 tahun kemudian kembali ke pemprov Sulut dengan jabatan eselon yang sama (eselon III).
Tak luput dari perhatiannya adalah kenyamanan ruang kerja. Diungkapkan, pertama masuk di UPTB ini, salah satu yang menjadi concern-nya adalah menata ruang kerja agar selain nyaman, bisa memberikan kesan menarik bagi tamu-tamunya. “Ruangan kerja adalah cerminan apa yang kita kerjakan. Kalau ruang kerja bagus tentunya akan memberi kesan bahwa yang kita kerjakan baik dan penting. Sebaliknya bila tidak bagus tentu akan memberikan kesan kurang baik,” urainya.
Ia kemudian membeber program kerja yang akan dilakukannya selama menjabat di UPTB Bapelitbang Bappeda Sulut. Membangun jaringan dengan mitra kerja dalam hal ini Perguruan Tinggi, Bapelitbang Kabupaten/Kota, SKPD dan lainnya dengan membuat forum group discussion (FGD) prioritasnya dalam waktu dekat. “Tujuan membuat FGD adalah untuk mendapatkan data base mengenai penelitian yang telah dilaksanakan dan isu-isu strategis saat ini yang perlu diteliti,” jelasnya.
Kemudian, bagian penting dari tugasnya adalah tindak lanjut dari penelitian yang dilakukkan yakni presentasi dan rekomendasi. “Penelitian yang dilakukan biasanya hanya sebatas proyek, yang penting sudah dilaksanakan, soal tindak lanjut banyak diabaikan. Dalam masa jabatan saya, tindak lanjut dari penelitian adalah bagian terpenting agar penelitian yang telah dilakukan dengan biaya negara tidak mubasir. Teman-teman wartawan tolong bantu saya,” pungkasnya.




















