Minahasa – Berhasil menyalakan sebanyak 32.000 obor secara serentak, Kecamatan Langowan Raya akhirnya mencatatkan sejarah baru dan masuk dalam catatan Musium Rekor Indonesia (MURI), dengan menyalakan obor terbanyak.
Hal ini dilakukan bertepatan dengan perayaan masuknya Injil pertama kali di Kota Langowan oleh penginjil asal Jerman, Johann Gottlieb Schwarz, Jumat (18/09) pekan lalu, dipusatkan di Lapangan Schwarz Langowan, yang dirangkaikan pula dengan pementasan drama kolosal masuknya Injil di Langowan dan disponsori oleh Keluarga Kerukunan Kawanua Langowan di Surabaya (K3LS).
Tak hanya rekor MURI saja, penyalaan obor yang dilakukan diseantero Langowan dan turut dilakukan pula Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Ketua DPRD Sulut, Steven Kandouw dan jajaran Pemkab Minahasa bersama para Camat di Pemerintahan Kecamatan Langowan Raya ini pun masuk dalam rekor dunia.
Masuknya penyalaan obor terbanyak dan dengan peserta terbanyak ini diketahui setelah Wakil Direktur MURI, Osmar Smesta Susilo, membacakan keputusan bahwa Langowan berhasil memecahkan rekor Indonesia.
“Penyalaan obor ini merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah sehingga kami nyatakan hal ini memecahkan rekor MURI. Tak hanya itu saja, informasi yang kami rangkum, belum pernah ada hal seperti ini dalam rekor dunia, sehingga penyalaan obor terbanyak ini juga masuk dalam rekor dunia,” tukas Osmar.
Penghargaan rekor MURI ini kemudian diserahkan Wadir MURI dan diterima langsung Bupati JWS, didampingi Pemerintah Kecamatan Langowan.
“Hal ini patut mendapat apresiasi yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa warga langowan kompak dan satu dalam kebersamaan, yang telah dibuktikan dengan menyalakan 32.000 obor secara bersamaan oleh semua warga,” ungkap JWS.
Meski demikian, JWS menegaskan bahwa, penyalaan obor secara serentak ini hanya simbol dan merupakan momentuk memperingati masuknya Injil di tanah Langowan. Sehingga, dirinya berpesan kepada warga Langowan agar tidak lupa dengan sejarah masuknya Injil di tanah Langowan ini dengan terus menyebarkan Injil dimana saja.(fernando lumanauw)




















