Olga Singkoh: Anggota TP-PKK Minahasa Harus Mampu Mengembangkan Bisnis Sendiri

Minahasa – Tim Penggerak PKK (TP-PKK) Kabupaten Minahasa menggelar kegiatan dalam rangka menumbuh kembangkan potensi dan kemampuan berbisnis, dengan memanfaatkan potensi-potensi dan sumber daya alam di Minahasa dalam menghadapai persaingan global di dunia bisnis, bertempat di aula Dharma Wanita Pemkab Minahasa, Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur, Jumat (19/02).

Ketua TP PKK Minahasa, Dr Olga Sajow-Singkoh MHum dalam laporan kegiatannya mengatakan, Minahasa punya potensi bisnis yang menjanjikan, untuk itulah TP-PKK Minahasa melakukan kegiatan seperti ini dengan tujuan untuk melatih Pengurus dan anggota TP-PKK bagaimana cara berbisnis untuk menambah penghasilan.

“Kita punya potensi sumber daya alam yang sangat menjanjikan untuk dijadikan lahan bisnis dan menjadi bisnis kita sendiri. Itu sebabnya kita perlu memanfaatkan hal ini dengan melatih Pengurus maupun anggota TP-PKK, dan juga perlu ditransformasikan ke anak-anak sekolah untuk melatih mereka tentang ilmu enterprenuer atau cara berbisnis dengan memanfaatkan segala sumber daya alam yang ada untuk dijadikan bahan-bahan baku keterampilan, makanan khas daerah Minahasa dan lain sebagainya,” terang istri Bupati Minahasa ini, sembari berterima kasih karena Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dan jajaran pejabat Pemkab Minahasa boleh turut hadir dalam kegiatan ini.

Selain itu, dikatakan Olga Singkoh, mempersiapkan Pengurus dan aanggota TP-PKK maupun anak sekolah ini dalam hal berbisnis adalah bagian dari Minahasa dalam mempersiapkan diri dan sumber daya manusiannya untuk menghadapi Mayarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Menghadapi MEA kita harus siap, kegiatan berkelanjutan ini akan menjadi salah satu modal utama kita dalam menghadapinya,” tukasnya.

Sementara Bupati JWS selaku Ketua Dewan Penyantun TP-PKK Minahasa mengatakan, Minahasa memiliki makanan-makanan khas daerah yang sangat enak karena bahan bakunya berkualitas. Hanya saja banyak dari masyarakat Minahasa yang sudah tak lagi mengembangkan makanan-makanan khas daerah Minahasa ini sebagai ladang bisnis yang menjanjikan.

“Sebetulnya ada potensi yang baik, hanya saja kita belum mengelolahnya dengan baik. Kita akan buat workshop untuk menampung makanan-makanan khas tradisional Minahasa dari berbagai daerah atau Desa-desa di Minahasa, mulai dari makanan kering maupun makanan basah untuk bisa memasarkan produk-produk itu yang sesungguhnya bisa menghasilkan lebih,” urai JWS.

“Agar bisnis ini menguntungkan tentu semua harus berbayar jangan hutang, apalagi makan tidak bayar sama sekali karena berpikir pengelolahnya adalah PKK yang notabene adalah istri-istri dari pejabat itu sendiri. Dalam mengembangkan dunia bisnis, kita perlu kreatifitas. Yang tepenting kita mencoba mengangkat kembali ciri-ciri khas Minahasa, agar nantinya juga ketika Monumen Benteng Moraya sudah selesai dibangun maka akan menunjang sektor pariwisata kuliner ini,” ujarnya lagi sembari berpesan agar segi kualitas dan higienitas harus dikedepankan agar produk-produk ini sehat dan berdaya saing tinggi, sekaligus melaunching program ini secara resmi.

Acara ini sendiri dihadiri jajaran pejabat Pemkab Minahasa dan seluruh anggota serta pengurus TP-PKK Minahasa.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan