Bitung – Aksi para pedagang yang ada di pasar Pinasungkulan Sagerat, yang pekan lalu pindah berjualan di depan SMP Negeri 6, tepatnya di batas kota, Senin (2/9) siang tadi pindah dan berjualan di depan kantor walikota dan DPRD Bitung.
Menurut para pedagang yang sebagian besar penjual ikan dan bawang, rica, tomat (barito) tersebut mengaku, aksi ini mereka lakukan untuk meminta perhatian pemerintah, yang berjanji akan mengatur arus lalu lintas, terutama para pemasok ikan mentah dan rempah-rempah, agar langsung ke pasar Sagerat, dan tidak ke pasar Girian.
“Kalau ini tidak dilakukan, maka jualan kami tidak akan pernah laku di Sagerat. Kami akan terus merugi. Sementara kami butuh uang untuk makan,” ujar para pedagang.
Melihat aksi para pedagang tersebut, wakil ketua DPRD Bitung, Ir Maurits Mantiri dan ketua komisi A, Victor Tatanude, SH langsung membeli ikan dari para penjual.
Mantiri dan Tatanude yang dimintai tanggapan terkait aksi para pedagang tersebut mengatakan, pemerintah seharusnya mengambil langkah tegas dan bijak, karena para pedagang ini juga perlu mendapat keuntungan dari berjualan demi kelangsungan hidup.
“Kami juga sangat prihatin kalau mereka terus merugi. Jika memang dengan berjualan di depan kantor DPRD ini mereka bisa untung, silahkan saja. Tapi pemerintah seharusnya mengambil sikap tegas. Rencana Tata Ruang Wilayah kota Bitung sudah jelas. Aturlah yang terbaik demi masyarakat,” ujar dua legislator asal PDI Perjuangan tersebut.
Tak puas berjualan di depan kantor, para pedagang masuk ke halaman hingga depan pintu utama kantor DPRD sambil membawa jualan mereka, untuk meminta perhatian dari wakil rakyat. (Hezky)




















