Manado – Tidak berselang lama, anggota Polresta Manado dan Polsek Wanea, Jumat (22/01/2016), berhasil meringkus JM alias Jemmy (39), warga Pakowa, Kecamatan Wanea Kota Manado yang tak lain adalah pelaku pembunuh Tomy Mangowal, Wakil Koordinator Pasar Pinasungkulan.
Ketika diamankan, pelaku langsung mengakui semua perbuatan nekatnya. Tidak hanya memberikan pengakuan, pelaku yang mempunyai postur tubuh kekar dengan dihiasi tato disekujur tubuh juga ikut memberikan barang bukti pisau badik yang digunakan saat menghabisi nyawa korban.
Di Polresta Manado, pelaku mengungkapkan, ia menghabisi nyawa korban lantaran sakit hati. Istri tercintanya selalu digoda korban. “Saya sudah peringatkan dia (korban, red), agar tidak mengganggu istri saya lagi. Tapi rupanya korban tidak mendengar peringatan yang saya berikan,” terang pelaku yang juga mengaku sebagai teman dekat korban.
“Saya kenal korban. Karena saya juga adalah pedagang dipasar itu. Saya kesal saja. Korban tidak pernah mendengar pesan yang saya sampaikan, agar tidak mengganggu istri saya. Tidak ada motif lain komandan,” sambung pelaku yang mengenakan kaus berwarna hijau.
Seperti informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, korban Tomy Mangowal (53), warga Ranotana Weru, Lingkungan V, Kecamatan Wanea meninggal dunia setelah mendapat lima luka tusukan dari pelaku.
Kejadian berdarah itu sendiri terjadi di Kantor Yunit atau pos jaga lantai dua, sekitar pukul 10.00 Wita. Pelaku yang datang dengan memegang sebila pisau, langsung masuk ke kantor dan mencari korban. Keduanya pun sempat terlibat adu mulut, kemudian berujung pada penikaman.
Korban pun sempat dilarikan ke rumah sakit Prof Kandou Malalayang, namun nyawa korban tidak tertolong lagi.
Kapolresta Manado, Kombes Pol Rio Permana melalui Kasat Reskrim, AKP Saiful membenaran adanya kejadian tersebut. “Pelaku sudah berhasil kita amankan. Dan sementara menjalani pemeriksaan. Kami juga sudah memasang police line disekitar lokasi,” tegas AKP Saiful.(jenglen manolong)




















