Bitung- Pemadaman listrik yag terjadi selang beberapa bulan terakhir ini yang dilakukan oleh PLN, tida hanya malam, bahkan siang hari, berpotensi menimbulkan proxy war atau perang akibat orang ke tiga di Kota Bitung.
Hal tersebut dikatakan oleh pengurus LSM Pasela Bitung, Decky Sompotan, saat acara coffe morning yang dilakukan oleh Kodim 1310 Bitung, dan dihadiri oleh para tokoh generasi muda, tokoh masyarakat, LSM dan pers di kota Bitung, Rabu (29/10) di aula Kodim 1310 Bitung.
“Pemadaman listrik juga bias memicu proxy war. Oleh karenanya PLN kami minta untuk menyikapi akan hal ini, apalagi Bitung sekarang merupakan kota multi etnis,” kata Sompotan.
Sementara itu, Asisten 1 Pemkot Bitung, Fabian Kaloh, SIP MSi mengatakan, proxy war bisa ditimbulkan oleh apa saja, termasuk provokasi dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan membuat opini agar terjadi perang agama, perang suku dan lainnya.
Oleh karena itu, masyarakat dan semua elemen yang ada diminta untuk menangkal hal-hal tersebut, demi keamanan bersama.
“Seluruh elemen masyarakat harus bersatu. Bantu aparat TNI dan Polri, demi menjaga situasi yang aman dan kondusif di Bitung ini. Jika ada isu-isu yang hanya untuk memecah bela persatuan di masyarakat, harus sama-sama dilawan. Ingat, Bitung ini miliki kita semua. Buka hanya milik orang-orang tertentu. Keamanan dan kenyamanan menjadi impian dan harapan kita semua,” kata Kaloh. (hezky)


























