Minahasa – Mencermati kenaikkan harga beras yang juga berdampak di Kabupaten Minahasa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bekerja sama dengan Bulog Devisi Regional (Divre) Sulut akan menggelar operasi pasar (OP).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Minahasa, Dolfie Kasenda, kepada sejumlah wartawan, Senin (09/03) mengatakan, OP di Minahasa dilakukan untuk menekan harga beras yang kini melonjak naik, padahal stok beras yang tersedia di pasar sangat banyak.
“Beras di pasar banyak, tapi herannya bisa naik, bisa jadi ada permainan ditingkat distributor, untuk akan dilakukan OP di lima lokasi yang tersebar di Kabupaten Minahasa, dengan jenis beras medium,” terang Kasenda.
“OP akan dilakukan di lima lokasi yakni di Kecamatan Tondano raya, Langowan raya, Kawangkoan raya, Tombulu dan Tombariri. Saat ini Pemkab Minahasa tinggal menunggu jadwal dari pihak Bulog kapan akan realisasi,” ujarnya lagi, sembari menambahkan, untuk lokasi OP akan dilakukan jauh dari lokasi pasar.
“OP tidak akan digelar pasar. Seperti contoh, untuk Tondano raya akan dilakukan di lapangan Sam Ratulangi, di Langowan raya akan dilakukan di Taman Cita Waya dan di tempat lain akan dilakukan di Kantor Camat. Hal ini sesuai permintaan pihak Bulog,” ujarnya.
Terpisah, pihak Bulog Divre Sulut melalui Kepala Bagian Humas, Andy, saat dikonfirmasi membenarkan akan hal ini. Menurutnya, rencana OP akan dilakukan bulan berjalan ini.
“Di Minahasa akan digelar sampai akhir bulan ini, diupayakan hingga harga di pasaran menjadi normal, dengan kouta tiap titik OP disiapkan sebanyak 13 ton. Untuk lokasi-lokasinya tentu sesuai dengan petunjuk dari Pemkab Minahasa,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















