Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, awal pecan lalu melaksanakan monitoring pengawasan bahan berbahaya yang dapat disalahgunakan dalam pangan atau jajanan sejumlah pedagang di pinggir jalan di Kota Tondano, sekaligus meninjau harga kebutuhan pokok, di sejumlah pusat perbelanjaan.
Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) ini, Tim pemantau yang dipimpin Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa Minahasa, DR Wilford S Siagian MA dan beranggotakan Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Minahasa, Drs Ronald Tampu, Kepala Seksi Perdagangan Distribusi dan Pembinaan Disperindag Minahasa, Jemmy Sompotan, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Minahasa Ir Nelwan J Runtukahu, Kepala Seksi Monitoring dan Informasi Bagian Administrasi Dinas Pasar dan Kebersihan Kabupaten Minahasa, Jemmy Pungus SE. Kepala Bagian Perekonomian, Philip Siwi SE, didampingi Kasubag Koperasi UKM dan Perindag, Helena Lumanauw SPd ini kemudian mengambil sampel jajanan untuk diuji labolatorium di Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulut.
“Tim melakukan sidak pertama untuk jajanan dipinggir jalan seperti yang dijajakan kepada anak sekolah di tiga sekolah yakni, SDN 4 Tondano, SDN 8 Tondano dan SMP 4 Tondano. Disejumlah sekolah ini kami kemudian mengambil sampel jajanan untuk diteliti di BPOM Sulut,” ujar Siagian kepada wartawan, Jumat (13/02), disela-sela kegiatan ‘Coffee Morning’ jajaran Pemkab dengan Pers Minahasa.
Selanjutnya, pihaknya kemudian menyidak Minimarket Jelita di Tondano dan ditemukan barang-barang yang telah kadaluarsa dan tidak layak untuk diperjualbelikan lagi.
“Barang kadaluarsa yang ditemukan langsung dimusnahkan saat itu juga. Sidak kemudian dilanjutkan di Pasar Tondano dan dimana apel Granny Smith yang diduga mengandung bakteri dan dilarang peredaraanya oleh Kementrian Perdagangan RI,” ungkap Wilford.
Menurut Siagian, hasil peninjauan yang dilakukan selanjutnya akan dikompilasi oleh Disperindag Minahasa dan Badan Ketahanan Pangan Minahasa.
“Mengenai hasil sidak ini nanti kita akan umumkan, jadi ditunggu saja,” ujar Siagian sembari menambahkan, pihaknya juga akan mengusahakan mobil laboratorium keliling dari BPOM, lengkap dengan peralatan Rapid Test Equipment yang langsung dapat mengadakan uji bahan makanan di tempat.(fernando lumanauw)


























