
Minut – Pemkab Minahasa Utara terus melakukan vaksin rabies terhadap hewan peliharaan. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi meningkatnya kasus rabies di daerah ini.
“Kami melakukan vaksinasi diberbagai tempat mulai dari desa hingga kelurahan,” kata Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Minut Ir Wangke Karundeng.
Dikatakan Karundeng, untuk tahun ini beberapa kasus rabies di Minut sekitaran 4 hingga 5 kasus dan pastinya akan terus berkurang bahkan tidak ada lagi ke depannya. Ia menambahkan, petugas vaksinasi selalu siap melayani jika ada laporan dari masyarakat. Bahkan, kata Karundeng, sekalipun tak ada permintaan dari masyarakat, petugas lapangan tetap memberikan vaksinasi bagi daerah yang belum diberikan vaksin. “Walaupun petugasnya terbatas tapi kami selalu berusaha memaksimalkan seluruh petugas sehingga semua lokasi dapat terjangku dengan vaksin rabies sehingga tidak ada lagi kasus rabies,” ucap Karundeng.
Karundeng mengimbau kepada pemilik hewan agar tetap memperhatikan tingkah laku hewan peliharaannya dan tetap memperhatikan kesehatan hewan peliharaan. “Pokoknya kami tidak akan berhenti melakukan vaksinasi diseluruh pelosok tempat di Minut sehingga masyarakat tak terlalu khwatir dengan rabies,” ungkapnya.
Menurut Karundeng jika seseorang digigit hewan, maka hewan yang menggigit harus diawasi. Satu-satunya uji yang menghasilkan keakuratan 100% terhadap adanya virus rabies adalah dengan uji antibodi fluoresensi langsung pada jaringan otak hewan yang terinfeksi. “Uji ini telah digunakan lebih dari 40 tahun dan dijadikan standar dalam diagnosis rabies,” tuturnya.
Dijelaskannya, prinsipnya adalah ikatan antara antigen rabies dan antibodi spesifik yang telah dilabel dengan senyawa fluoresens yang akan berpendar sehingga memudahkan deteksi. “Namun, kelemahannya adalah subjek uji harus disuntik mati terlebih dahulu (eutanasia) sehingga tidak dapat digunakan terhadap manusia,” terangnya.
Kata dia, bila terinfeksi rabies, segera cari pertolongan medis. Rabies dapat diobati, namun harus dilakukan sedini mungkin sebelum menginfeksi otak dan menimbulkan gejala. Bila gejala mulai terlihat, tidak ada pengobatan untuk menyembuhkan penyakit ini. Kematian biasanya terjadi beberapa hari setelah terjadinya gejala pertama. “Pencegahan rabies pada manusia harus dilakukan sesegera mungkin setelah terjadi gigitan oleh hewan yang berpotensi rabies, karena bila tidak dapat mematikan,” pungkas Karundeng. (echa)

























