Minut – Keputusan Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), untuk menghapuskan tenaga Pertahanan Sipil (Hansip) diseluruh Indonesia, mendapat pernyataan sinis dari tenaga Hansip yang kerap bertugas di kecamatan maupun pedesaan, khususnya saat diadakannya berbagai kegiatan.
Sejumlah anggota Hansip yang bertugas di Desa Laikit Kecamatan Dimembe yang meminta nama mereka tidak dipublikasi mengatakan, memang selama ini gaji yang mereka terima terkadang dari swadaya masyarakat, maupun kecamatan, walau tak seberapa tapi sudah bisa mencukupi kehidupan sehari-hari. Jika dihapuskan bagaimana nasib kami.
“Silahkan dihapus, tapi Pak Presiden SBY bisa kasih kami jaminan untuk makan dan hidup sehari-hari. Terus terang saja, kami (Hansip) disini sangat bangga dengan pekerjaan kami sebagai hansip, karena dapat dengan langsung melayani masyarakat. Tapi keputusan yang diambil presiden sangat mengecewakan kami,” Ujar mereka.
Salah satu warga Airmadidi Atas Herman Kaseger, sepertinya kurang setuju dengan keputusan presiden soal penghapusan Hansip.
“Hansip sangat membantu masyarakat, terlebih saat ada acara duka di wilayah kami, Hansip sangat berperan melakukan pengamanan serta mengatur arus lalulinta, kita tidak bisa terlalu berharap pihak kepolisian, mereka (Hansip,red) cukup disiapkan alakadarnya, rela bekerja sepenuh hati,” terang Kaseger.
Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA, , saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, sepertinya enggan memberi komentar lebih. “Kita belum mendapat surat soal itu dari pemerintah pusat, kalau memang demikian tentu akan ada solusi yang akan kita tempuh,” jelas Singal.
Diketahui, hampir diseluruh kecamatan serta desa di Kabupaten Minut, sangat bergantung dengan jasa dan tenaga Hansip selama ini.(eca Gops)



















