Manado – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) resmi merampungkan penerapan manajemen talenta untuk penataan karir Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam penerapan manajemen talenta ini memungkinkan promosi otomatis bagi pejabat berkinerja tinggi, sekaligus demosi langsung bagi yang underperform, tanpa campur tangan subjektif.
Hal ini dikatakan Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Gallang pada penandatanganan pakta integritas oleh pejabat di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, Senin (12/1/2026) kemarin.
Sekprov Tahlis Gallang, menegaskan bahwa manajemen talenta bukan sekadar alat administratif.
“Ini instrumen revolusioner untuk pola karir PNS: siapa yang layak promosi, siapa yang harus didemosikan,” ujarnya di hadapan pejabat struktural eselon 2, 3 dan 4 Sekretariat Daerah Sulut.
Menurutnya, manajemen talenta ini dirancang untuk mengukur kinerja individu secara presisi, sejalan dengan visi-misi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.
Sistem memprediksi posisi optimal setiap PNS melalui matriks “box” berbasis dua sumbu utama, sumbu x dan sumbu y.
Sumbu X (Kinerja) adalah Akumulasi nilai pencapaian kerja. Untuk eselon 4, fokus pada realisasi anggaran; eselon 3 pada target program; eselon 2 pada sasaran strategis yang lebih spesifik.
Sumbu Y (Potensi) merupakan Portofolio dan kemampuan masa depan.
Pejabat diklasifikasikan ke dalam 9 box, di mana:Box 7-9: Aman, optimal, atau cukup optimal – kandidat promosi otomatis.
Box 1-6: Belum optimal, terutama eselon 2 dan 3 yang mendominasi data saat ini.
Diungkapkan Tahlis, berdasarkan presentasi Asisten III dan tim, sejumlah pejabat sudah masuk box 9 (optimal). Namun, mayoritas masih tertahan di box rendah, menandakan urgensi reformasi.
Lanjut dikatakannya, meski Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengatur prosedur ketat untuk demosi – termasuk surat resmi disertai berita acara pemeriksaan – manajemen talenta Sulut mempersingkat proses.
“Sistem langsung menentukan berdasarkan box, tapi tetap ikut regulasi,” tambah Gallang.
Inovasi ini diprediksi tingkatkan akuntabilitas ASN, dukung target pembangunan Sulut seperti peningkatan layanan publik dan pertumbuhan ekonomi. Gubernur Sulut pun disebut bakal pantau langsung implementasinya.
“Kita ubah birokrasi dari tradisional jadi data-driven,” pungkas Gallang.




















