Pemprov Sulut Tambah Lima Unit Excavator Angkat EG di Danau Tondano

Minahasa – Dalam rangka memaksimalkan pengangkatan gulma Eceng Gondok (EG) di Danau Tondano, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Pemukiman (PUPR), menambah lima unit alat berat jenis Excavator.

Hal ini diungkap langsung Kepala Dinas PUPR Provinsi Sulut Adolf Harry Tamengkel, kepada Cybersulutnews.co.id, Kamis (11/06) pagi, di hanggar milik Dinas PUPR di pinggir Danau Tondano. Menurutnya, sekarang ada empat unit milik Dinas PUPR Sulut yang sementara beroperasi, ditambah dua unit milik Dinas Lingkungan Hidup Minahasa.

“Untuk memaksimalkan pengangkatan EG yang kita targetkan selesai tahun ini, Pemprov Sulut melalui Dinas PUPR telah menambah lima unit alat berat Excavator. Untuk mengoperasikan lima alat ini di Danau Tondano, kami sementara membuat ponton, yang direncanakan dua unit selesai dalam waktu dekat dan sisanya direncanakan bulan depan,” terang Tamengkel.

Lanjut kata dia, sampai sejauh ini, Dinas PUPR Sulut meski dengan keadaan dana terbatas karena adanya pandemi COVID-19 yang melanda Sulut, tetap intens melakukan pengangkatan EG tanpa henti.

“Sampai saat ini sudah hampir mencapai 100 hektar luasan EG yang kami bersihkan. Mulai dari wilayah Kakas sekitar 65 hektar, kemudian sebelumnya sekitar 20 hektar, kembali ke lokasi hanggar dan rencana selesai di hanggar akan ke arah Remboken,” terang dia.

Tamengkel kemudian memohon peran masyarakat setempat agar mendukung upaya Pemprov Sulut melalui Dinas PUPR ini, agar pengangkatan EG di Danau Tondano tidak ada hambatan.

“Kami mohon kepada masyarakat sekitar agar bisa bekerjasama dengan kami, karena ada beberapa yang sering komplain ketika kami hendak mengangakat EG dengan alasan ada jaring ikan milik mereka. Kami memahami ada usaha nelayan, apalagi ditengah COVID-19 saat ini yang semuanya serba sulit. Namun kami memohon dukungan karena ada juga ribuan nelayan yang bergantung harap di Danau Tondano ini, yang berharap danau ini segera bersih dari EG,” ujarnya.

“Belum lagi ada pembangkit listrik tenaga air yang sangat membutuhkan air danau ini untuk menghidupi listrik bagi kebutuhan banyak orang. Dan yang tak kalah penting adalah, air danau ini merupakan reaktor pendingin di alam kita, kalau sampai danau ini bermasalah, gunung berapi bisa erupsi terus.Jadi, mari kita lestarikan Danau Tondano untuk anak cucu kita nanti,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan

News Feed