Pengucapan Syukur di Minahasa "Kaya" Makna Kebersamaan (Berita Foto)

Tak Berkategori

Minahasa – Pengucapan syukur di Kabupaten Minahasa Induk atau tanah Toar Lumimuut setiap tahun dirayakan masyarakat, seperti halnya pengucapan pada Minggu 21 Juli 2013 ini.


Perayaan ucapan syukur di Minahasa merupakan tradisi turun temurun yang sejak lama dilakukan hingga saat ini, yang awalnya merupakan syukuran terhadap panen di Minahasa. 


Saat ini, ucapan syukur yang ada di Minahasa ditandai dengan berbagai persiapan makanan khas antara lain nasi jaha dan dodol. Tapi satu yang tak berubah, nasi jaha dan dodol yang merupakan panganan khas ini telah jadi simbol Pengucapan Syukur di Minahasa. Tamu bukan saja disuguhi segala makanan yang di antaranya harus ada nasi jaha, tapi pula diberi ole-ole nasi jaha serta dodol.

 

Demikian persiapan keluarga besar Lesar di wilayah Koya, Tondano yang berhasil diabadikan dalam foto, untuk dirasakan warga Minahasa di luar daerah yang tidak bisa menghadiri ucapan syukur pada tahun 2013 ini.

Keluarga besar Lesar di Koya, Tondano saat membersihkan bebek khas Tondano untuk disajikan pada hari H pengucapan syukur.
Nasi Jaha yang sedang dibakar sehari sebelum perayaan.
Personil keluarga lain mengisi nasi dalam bulu (bambu, red) untuk nasi jaha.
Nasi Jaha yang dibakar dilihat secara bergantian.
 
Berbagai bumbu dapur untuk persiapkan bermacam makanan, seperti bebek bumbu rw, ragey, RW, Ayam Bulu, Tinorangsak dan lainnya.
Setelah mengucap syukur dan beribadah di Gereja, keluarga besar Lesar ini pun santap bersama dengan seluruh keluarga yang hadir, baik di Koya, Manado maupun dari wilayah lainnya.
Tak ketinggalan penutup setelah santap berbagai menu makanan dengan tradisional wisky, seperti captikus dan saguer.

Tinggalkan Balasan