Minahasa – Bupati Minahasa, Djantje Wowiling Sajow didesak untuk mengevaluasi kinerja Kepala Desa yang ada di Kabupaten Minahasa. Mengingat, Kepala Desa di Minahasa hanya asal-asalan dalam mendata dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat miskin.
“Bupati Minahasa harus mengevaluasi kinerja semua Kepala Desa yang ada di Minahasa. Saya lihat bantuan dari pemerintah ini tak tepat sasaran. Ada masyarakat yang berhak mendapat bantuan malah tidak didata. Ada yang tidak berhak malah terdata,” sembur Jack Wullur, pemerhati masyarakat Sulut kepada Cybersulutnews.co.id, Minggu (13/09/2015) malam.
“Hal tersebut juga bukan hanya sekali terjadi, namun sudah berulang-ulang. Disetiap ada bantuan untuk masyarakat kurang mampu, pasti pendataannya hanya asal-asalan. Jadi masyarakat miskin di Minahasa tak benar-benar merasakan bantuan dari pemerintah,” sambung Wullur.
Seperti informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, pendataan bantuan pemerintah seperti Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hanya dilakukan asal-asalan oleh Kepala Desa. Padahal, bantuan yang disalurkan pemerintah bertujuan untuk meringankan beban masyarakat kurang mampu.
Di Desa Wasian, Kecamatan Kakas sendiri, pendataan bantuan BLSM dan PBJS yang dilakukan pemerintah hanya asal-asalan. Masyarakat yang layak mendapat bantuan malah tidak terdata. Sedang, masyarakat yang tidak sewajarnya mendapat bantuan malah didata oleh Pemerintah Desa.
“Ini aneh. Kami menilai Pemerintah Desa Wasian pilih kasih dalam memberikan bantuan. Kami masyarakat miskin tak pernah terdata untuk menerima bantuan. Padalah ada yang lebih sejahtera dari kami malah mendapat bantuan. Sedangkan, kami yang seharusnya mendapat bantuan malah tidak didata,” kata salah satu masyarakat Desa Wasian yang enggan namanya dipublikasi.
Seperti diketahui, bantuan-bantuan itu disalurkan pemerintah pusat untuk mengurangi beban masyarakat kurang mampu. Bantuan tersebut pun kemudian disalurkan di tiap daerah yang ada di Indonesia termasuk Minahasa. Sayangnya, pendataan bantuan tersebut dinilai asal-asalan.
Desa Wasian hanya satu contoh dari sekian banyak Desa di Minahasa dalam mendata identitas masyarakat kurang mampu yang dinilai asal-asalan. (jenglen manolong)


























