Pergantian Lambang Daerah Mitra Diterima DPRD

MITRA- Bertempat di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Jumat (9/5), lima fraksi yang ada di Dekab Mitra, menyetujui pergantian lambang daerah untuk dibahas ketingkat  selanjutnya.

Sebelum dilanjutkan dengan tanggapan Bupati terkait pandangan fraksi, rapat terhormat yang dipimpin Wakil Ketua Dekab Mitra, Delly Mokalow, mendapat interupsi dari empat fraksi dan secara bersamaan menyampaikan catatan bagi pihak Pemkab.

Seperti catatan fraksi Golkar terkait dana parpol yang hingga saat ini belum juga direalisasikan. “Kami menanyakan hal ini kepihak Kesbangpol, hanya saja mereka beralasan bahwa sementara dalam pemeriksaan BPK,” ungkap Ventje Golung salah satu anggota Dekab Mitra dari F-PG. Menurutnya, karena ini urusan internal parpol, secepatnya pihak Kesbangpol dalam menindaklanjutinya.

Kalau F-PG lebih mengerucut membuat catatan soal dana parpol, lain halnya dengan fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang mendorong pemerintah untuk menindak lanjuti terkait pergantian lambang daerah. Sebab, lambang ini menurut Tafif Watuseke (PDI-P), sudah lama didesak masyarakat untuk diganti. “Karena ini merupakan desakan dan keinginan semua masyrakat,  dan menjadi kewajiban kami agar Pansus serius dalam menindak lanjuti terkait lambang daerah ini,” ujar Watuseke.

Lanjut Watuseke menjelaskan kemauan fraksi  PDI-P lambang daerah yang baru, bisa dipakai setelah Dekab baru dilantik nanti. Senada diutarakan  Fraksi Penegak Kasih Bangsa, Fraksi Peduli Keadilan Reformasi mendesak agar Pansus yang dipercayakan untuk menangani terkait pergantian lambang daerah, untuk secepatnya ditindak lanjuti.

Sementara, tanggapan Bupati James Sumendap SH didampingi Wakil Bupati Ronald Kandoli, akan berupaya untuk menjawab keinginan teman-teman Dekab, yang merupakan pembawa aspirasi masyrakat.

“Saya berupaya agar sebelum anggota Dekab dilantik, proses lambang daerah sudah bisa digunakan,” ucap Sumendap,  seraya menambahkan lambang daerah ini sangat krusial bagi seluruh masyarakat Mitra.

Karena lambang daerah ini, didapat dengan penuh perjuangan, sehingga sampai sekarang ini menjadi ikatan yang kuat sebagai simbol lambang adat kebudayaan tou Minahasa dan diwariskan secara turun temurun. Sehingga lambang  burung Manguni dipakai sebagai lambang derah Mitra yang mempersatukan.

“Sama halnya dengan burung garuda sebagai lambang negara Indonesia, yang terus diperjuangkan oleh pahlawan bangsa ini, sehingga menjadi simbol negara yang mempersatukan ditengah masyaakat yang majemuk,” terang Bupati.

Selain itu, Bupati juga menjawab soal dana Parpol yang dipertanyakan F-PG, bahwa dana tersebut akan direalisasikan. Cuma realisasinya mengikuti aturan seperti tahun-tahun yang lalu. “Yang pasti, dana tersebut akan direalisasikan,” jawabnya.

Adapun Panitia Khusus yang dibentuk DPRD Kabupaten Minahasa Tenggara terkait pergantian lambang daerah, yakni ketua Andris Manoppo, Wakil ketua Adri Mokad, sekertaris Kisman Halla, anggota Fentje Golung, Suparti Logor, Nolly langingi, Felmy Pelleng dan Suryani Tora. (Jay)

 

Tinggalkan Balasan