Manado – Hampir satu bulan ini, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sulutenggo tidak memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Secara merata di seluruh pelosok daerah Nyiur Melambai mendapat giliran pemadaman listrik selama 2 jam bahkan lebih. Alasan klasik seperti kerusakan pada pembangkit listrik menjadi pembelaan atas ketidakprofesionalan PLN.
Federasi Buruh Pelabuhan Laut (Bupela) dan Nelayan menyorot kinerja PLN yang dianggap penyebab rusaknya perekonomian Sulut.
“PLN Suluttenggo penyebab rusaknya perekonomian Sulut,” kata Ketua Bupela, Rocky Oroh dalam orasinya ketika melakukan demo di kantor gubernur Sulut, Rabu (17/9/14).
Pernyataan sikap Bupela mewakili hampir seluruh keluhan masyarakat Sulut yang menyatakan protes bahkan hujatan kepada PLN. Namun apa nyana, protes dan hujatan tak juga mampu mengusik urat malu PLN yang sudah bebal dan anti terhadap pelayanan prima kepada masyarakat.
Kontan hal ini membuat masyarakat Sulut menjadi apatis dengan pelayanan PLN, meskipun para pelanggan sudah membayar dengan mahal akibat kenaikan tarif dasar listrik namun pelayanan tidak seiring dengan peningkatan pelayanan.
Syeni Momongan, pelaku usaha kecil mengaku sudah pasrah dengan perilaku PLN. Menurutnya, beberapa alat pendingin makanan miliknya rusak akibat seringnya terjadi pemaaman listrik. ”PLN membahayakan hidup orang banyak, ini bisa menyulut kemarahan masyarakat meski dipendam usaha kecil seperti kami, perlahan membunuh UKM jika tak juga ada perbaikan pelayanan” ungkapnya, Kamis (18/9/14) kepada cybersulutnews.co.id.
Yance Umbas, warga Minahasa, menganggap perilaku PLN ini sudah hal yang biasa bahkan menurutnya sudah 2 alat elektronik miliknya rusak akibat pemadaman listrik. ”Tv saya rusak gara-gara PLN, ya tapi kita cuma rakyat kecil ini gak didengarnya,” keluh Yance.
Pemerintah Provinsi Sulut juga seperti tak berdaya terhadap ketidakprofesionalan PLN yang merugikan hidup orang banyak ini. Pernyataa Asisten 2 Sekprov Sulut, Sanny Parengkuan ketika menerima pendemo di kantor gubernur, Rabu (17/9/14) terkesan pasrah dengan kondisi kelistrikan daerah ini. Menurutnya, Sulut kekurangan daya listrik akibat pesatnya pembangunan.
Sebelumnya, Sekretaris Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulawesi Utara, Jack Wulur mendesak penyidik Polda Sulut untuk segera melakukan penyelidikan terhadap pihak PLN. Karena menurut Wulur, pemadaman listrik yang sering terjadi di wilayah Tikala, Pakowa, Pineleng, Warembungan dan sekitarnya disebabkan mesin yang digunakan adalah mesin buatan Cina.
“Menurut salah satu pegawai PLN penyebab utama sering terjadinya pemadaman listrik dikarenakan mesin yang digunakan adalah mesin buatan Cina,” kata Wulur.
“Dengan adanya informasih ini sudah menunjukan statmen petinggi PLN Sulutenggo sudah melakukan pembohongan publik kepada masyarakat,” sambungnya.
Karena mesin yang digunakan adalah mesin Cina tambah Wulur, jelas mesin tersebut tidak dapat beroprasi maksimum.
“Demi mencegah kejahatan pembohongan publik ini berlanjut, kami meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan penyelidikan. Karena kuat dugaan mesin buatan Cina yang digunakan saat ini sarat dengan korupsi,” ucap Wulur.




















