Manado – Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Kapolda Sulut), Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga memilih bungkam ketika dikonfirmasi soal penyelundupan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 600 liter oleh oknum kontraktor Minahasa berinisial NR alias Noldy, yang disebut-sebut sebagai orang dekat Bupati Minahasa, Jantje Wowiling Sajow (JWS)
Ketika dihubungi Cybersulutnews.co.id, Sabtu (22/11) siang, Jendral bintang satu yang pernah melontarkan kata untuk menindak setiap oknum penimbun BBM bersubsidi baik bensin maupun solar pasca melonjaknya harga BBM, kini malah tertutup. Dua kali cybersulutnews.co.id mengkonfirmasi lewat Short Message Service (SMS) tak ada balasan.
“Mungkin Kapolda malu untuk memberikan komentar soal kasus itu,” kata Jack Wullur pengamat sosial Kota Manado kepada Cybersulutnews.co.id.
“Sebenarnya sih tidak perlu tertutup seperti itu. Kapolda seharusnya memberikan komentar, apalagi Kapolda pernah mengatakan untuk menindak semua oknum yang kedapatan menyelundupkan BBM,” sambungnya.
Ditambahkan Wullur, tindakan Kapolda yang memilih bungkam membuat masyarakat ragu dengan kinerja kepolisian.
“Polisi seharusnya terbuka. Bisa saja masyarkat menilai kalau polisi sudah bermain dengan pelaku. Apalagi kan pelakunya disebut-sebut orang terdekatnya Bupati Minahasa. Juga tidak menutup kemungkinan polisi melakukan hal tersebut,” pungkasnya.
Dari informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, setelah diciduk polisi, pelaku beserta barang bukti solar yang diamankan anggota Sabhara Polda Sulut dan anggota dari Polres Minahasa langsung diserahkan ke penyidik Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulut. Sayangnya, Dir Krimsus Polda Sulut, AKBP Hilman ketika dikonfirmasi, tak mengangkat telepon serta tidak membalas sms yang dikirim.
Begitu juga Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor yang sebelumnya mengatakan tidak mengetahui penangkapan tersebut, kini malah menceritakan penangkapan itu ke salah satu oknum wartawan.
“Itu tiga drum yang Sabhara Polda ada tangkap, itu bukan wilayah Polres Minahasa, itu memang Kabupaten Minahasa tetapi wilayah hukum Polres Manado. Kapolres bilang sama saya kalau dia tidak boleh memberikan keterangan karena itu bukan wilayahnya,” kata salah satu wartawan menyampaikan kata-kata dari Kapolres Minahasa.
Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id sebelumnya, oknum kontraktor yang menguasai proyek-proyek besar di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa itu diciduk polisi di wilayah antara Desa Kamangta dan Desa Tombuluaan, Kabupaten Minahasa pada Kamis (20/11). Di mobil pelaku, polisi berhasil menemukan sebanyak 600 liter solar.
“600 liter solar bersubsidi itu ditemukan anggota polisi di dalam mobil Kijang milik Pemkab Minahasa dengan mengganti nomor polisi palsu. Ketika diamankan plat nomor yang digunakan adalah plat nomor hitam, setelah ditelusuri ternyata mobil Kijang tersebut adalah plat merah milik Pemkab Minahasa,” kata sumber resmi kepada Cybersulutnews.co.id.
Anehnya, Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Wilson Damanik dan Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor saat dikonfirmasi saling lempar bola mengenai kasus penyeludupan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar sebanyak 600 liter tersebut.
“Saya belum dengar kasus itu. Sebaiknya kamu langsung kroscek ke Polres Minahasa saja, karena dia kan yang turun langsung di lapangan,” kata Damanik ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id Jumat sore melalui telepon selulernya.
Begitu halnya ketika Cybersulutnews.co.id menghubungi Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor, ia pun mengatakan belum mendengar kasus itu.
“Saya belum dengar kasus itu. Kalau di Tombuluaan bukan wilayah hukum saya, itu masuk wilayah hukum Manado. Kalau kabupatennya Minahasa tapi kalau wilayah hukumnya bukan Minahasa. Nanti saya cek kasus itu,” ungkap Rumondor kepada Cybersulutnews.co.id, Jumat malam.
Menyikapi hal itu, Eliot Maleke SH, pemerhati hukum Kota Manado angkat bicara, menurutnya pihak kepolisian harus transparan, jangan menyembunyikan pelaku kejahatan. Apalagi kata Maleke, kasus penyelundupan BBM bersubsidi itu dilakukan disaat BBM naik.
“Ada apa dengan penegak hukum. kenapa saling lempar bola begini ? Seharusnya polisi harus transparan, jangan saling lempar-lempar bola begitu. Ini aneh. Apa lagi mobil yang digunakan adalah mobil Pemkab Minahasa,” terang Maleke.
Ditambahkannya, komitmen Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy palmer Sinaga untuk menindak oknum penampung BBM pasca kenaikan harga BBM hanya angin lalu saja.
“Katanya akan tindak tegas oknum penampung BBM, namun nyatanya oknum yang sudah ketangkap basah kini malah disembunyikan. Kalau mau menindak pelaku kejahatan harus merata, jangan pandang bulu,” kata Maleke dengan nada tegas. (jenglen manolong)




















