Polda Sulut Usul Cafe The Djarod Ditutup

Manado – Cafe The Djarod yang terletak di kawasan Mega Smart dekat jembatan kuning Boulevard Manado yang menyediakan minuman keras (Miras) oplosan berbahan dasar cap tikus dengan nama Mickey Mous tanpa izin dari depkes mulai mendapat perhatian serius dari Polda Sulut.

Pasalnya, gangguan kamtibmas di cafe tersebut dinilai cukup tinggi, sedangkan pihak pengelola cafe dianggap melakukan pembiaran. Tak heran, sebelum Polda mengambil tindakan hukum, pihak Pemkot Manado didesak untuk mengkaji ijin operasi cafe tersebut hingga melakukan penutupan.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga SH MHum, melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik SH, ketika dikonfirmasi menegaskan, pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat terkait maraknya kriminalitas yang bersumber dari Cafe The D’Jarod tersebut.

Menurutnya, meski secara resmi Polda Sulut belum memberikan teguran, namun dengan adanya kejadian yang terjadi terus menerus, membuktikan bahwa pihak cafe tidak memperhatikan keamanan secara umum. Polda pun telah meminta pihak pemerintah, segera mengkaji dan menutup pengoperasian cafe.

“Sebelum kita mengambil tindakan tegas, terlebih dahulu kita meminta pemerintah khususnya bagian yang memberikan perijinan, agar segera menutup cafe tersebut. Karena aksi kejahatan di lokasi itu, bukan baru sekali terjadi tapi berulang kali. Hal ini sudah kita sampaikan ke instansi terkait,” tegas Damanik, Rabu (03/12) ketika dikonfirmsi Cyberulutnews.co.id di Mapolda Sulut.

Diketahui, Selasa (2/12) dini hari, sekitar pukul 00.30 Wita, aksi perkelahian kembali terjadi. Kali ini melibatkan oknum anggota TNI AD dan Satuan Brimob Polda Sulut. Akibat peristiwa itu, 1 anggota TNI AD mengalami luka serius di bagian kepala.

“Tidak tahu apa penyebabnya, tiba-tiba satu anggota TNI, mendatangi anggota Brimob (inisial AG) bersama rekan-rekannya dan langsung memukul AG,” kata Zulkifli, bartender di Cafe The D’Jarod, saat melihat kejadian tersebut.

Aksi baku pukul tak terhindarkan. Agus langsung kembali memukul anggota TNI AD yang menyerang rekannya itu. Kejar-kejaran berlangsung, sampai di jembatan kuning perbatasan Megamas dan Mantos.

Dalam aksi tersebut, salah satu anggota TNI AD berinisial, Prada RR alias Religius, mengalami luka serius di bagian kepala. Melihat anggota TNI telah berlumuran darah, Agus bersama rekan-rekannya langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Dan anggota TNI AD langsung dibawa lari ke RS Teling.

Sebelumnya, Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga SH MHum, melalui Kabid Humas AKBP Wilson Damanik SH menegaskan, cafe yang telah menimbulkan kamtibmas dan telah meresahkan masyarakat, Polda akan mengambil tindakan tegas apalagi tidak ada perhatian dari manajemen cafe.

“Kalau sampai manajement atau pemilik tidak mampu dan membiarkan keamanan di sekitar, polda tidak segan mengambil tindakan tegas. Bila perlu Polda dapat mengambil tindakan dengan menutup cafe tersebut. Jangan sampai karena merasa ada kebebasan seenaknya beroperasi tanpa memperhatikan kamtibmas. Kalau ke depan ada aksi yang meresahkan, kami akan turun,” tegas Damanik, belum lama ini.

Sedangkan pemilik café tersebut belum sempat dihubungi. Pasalnya, nomor hape pemilik yang biasa disapa Ko Alex ketika dihubungi tidak aktif. (jenglen manolong)

Tinggalkan Balasan