Manado – Konflik yang terjadi Minggu 19 Oktober 2014 lalu antara oknum mahasiswa asal Papua dengan warga Tataaran Tondano, telah memakan korban jiwa mahasiswa Politeknik Negeri Manado, Jurusan Akuntansi semester lima, Petius Tabone.
Menurut teman-temannya, Petius hanya datang berkunjung dalam rangka merayakan kelulusan wisuda temannya yang kuliah di Unima Tondano.
Direktur Politeknik Negeri Manado, Ir Jemmy Rangan MT, membenarkan dan menyesalkan kejadian yang menewaskan mahasiswanya.
“Saya mendapatkan informasi dari pihak kepolisian bahwa yang tewas dalam kerusuhan tersebut adalah mahasiswa saya. Dan kami telah melayat kerumah sakit kemarin, sebelum jasadnya akan dipulangkan ke Papua untuk dikuburkan disana,”katanya.
Pihaknya juga, meminta agar masalah ini segera diselesaikan dengan cepat oleh pihak berwajib. Sebab, jangan lagi ada dendam diantara mereka, karena mahasiswa yang datang merantau kesini untuk kuliah.
“Semuanya diserahkan kepihak berwajib untuk menyelesaikan masalah ini agar tidak berlarut-larut. Dan saya telah meminta kepada mahasiswa Politeknik khususnya yang dari Papua, agar jangan sampai terpancing untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,”pintanya.
Lanjutnya, pihak Politeknik menjamin keamanan bagi mahasiswa Papua yang menempuh pendidikan di Politeknik, sehingga mahasiswa Papua tetap belajar seperti biasanya.
“Yah memang kami berduka, karena jelas yang meninggal adalah anak mahasiswa kami yang selama kami kenal sebagai mahasiswa yang baik. Sehingga kami menghimbau kepada aparat untuk dapat mengusut tuntas kasus yang menewaskan mahasiswa kami,” ucapnya.
Diketahui sebelumnya keprihatinan yang sama dikatakan Wakil Walikota Manado, Harley AB Mangindaan.
Kepada Cybersulutnews.co.id, Ai Mangindaan sapaan akrab wakil walikota yang begitu dekat dengan semua kalangan masyarakat ini mengatakan, dirinya begitu prihatin dengan konflik yang terjadi antara mahasiswa asal Papua dan warga Tataaran, apalagi adanya korban jiwa dari kejadian itu.
“Saya ikut sedih dengan kejadian di Tataaran. Sebisanya semua pihak bisa menahan diri. Saya juga berharap semua warga Papua yang ada di Kota Manado untuk tetap tenang, mari kita serahkan kasus di Tataaran kepihak berwajib. Dan torang samua basudara,” kata Ai Mangindaan.(Ayi/Jenglen)




















