
“Hulu DAS Danau Tondano yang selama ini menjadi danau penampungan sudah tidak mampu menampung debit air hujan yang masuk akibat sedimentasi. Salah satu penyebabnya yakni alih fungsi lahan dan penerbangan ilegal. Padahal Danau Tondano memiliki peranan penting sebagai sumber air untuk pembangkit tenaga listrik PLN bagi sebagian besar masyarakat di kabupaten Minahasa dan Kota Manado,”jelasnya.
Sementara itu Guru Besar Ekologi FMIPA Unima, Prof Dr Arrijani Msi memaparkan, kawasan DAS Tondano yang dipilih menjadi lokasi penanaman adalah lahan milik Universitas Negeri Manado seluas 10 hektar.
“Pengembangan kawasan taman keanekaragaman hayati atau kawasan hijau di kawasan Universitas Negeri Manado Menjadi solusi bijak yang akan mengatasi masalah lingkungan dan sirkulasi hidrologis,” urainya.
“Kerusakan kawasan hulu DAS Tondano telah mengarah kepada dampak bencana yang semakin bertambah tiap tahun. Pada 2014, banjir bandang merendam 2/3 kota Manado dengan ketinggian sampai 6 meter telah menyebabkan kerugian pemerintah dan masyarakat mencapai ratusan milyar. Penting sekali untuk dilakukan upaya rehabilitasai hulu DAS Danau Tondano sekaligus pelestarian plasma nutfah ekosistem Sulawesi tersebut,” terang Arrijani.
Diketahui PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT) pengelola Alfamart bekerja sama dengan Yayasan Keanekaragaman Hayati (Kehati) gelar kegiatan penanaman 4.500 pohon di Tondano, Senin (08/12) kemarin. Kegiatan penanaman taman Alfamart yang pembukaannya dipusatkan pada Universitas Negeri Manado (Unima) di Tondano.
Acara ini merupakan rangkaian program perusahaan di bidang lingkungan hidup bertajuk “Save Tree Save Water For Future” Perusahaan membantu merehabilitasi melalui penanaman pohon pada kawasan Hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano di Manado, Sulawesi Utara.(Ficky Koloay)




















