Manado – Kebijakan pemotongan dana transfer daerah oleh pemerintah pusat membuat sejumlah proyek di daerah tertunda.
Salah satunya proyek pengadaan 1000 CCTV di Gedung Pemprov Sulut.
Kaban Perlengkapan Pemprov Sulut James Sela mengatakan, pihaknya terpaksa menunda proyek tersebut hingga tahun depan dikarenakan kebijakan pemotongan anggaran.
“Kebijakan pemotongan keuangan dari Kementrian berimbas pada tertundanya proyek pengadaan 1000 CCTV tersebut,” kata dia.
Karo Organisasi Farly Kotambunan mengatakan, proyek tersebut direncanakan pada tahun ini dikarenakan sudah mendesak.
Menurut Farly, CCTV diperlukan untuk memantau kinerja pegawai. “Selain itu, untuk kepentingan keamanan di kantor Gubernur,” kata dia.
Kaban BKD Sulut Femmy Suluh mengatakan, pengawasan terhadap ASN akan lebih optimal dengan adanya CCTV.
Selain proyek CCTV, sejumlah proyek lainnya juga terancam tertunda bahkan terhenti.
Kadis PU Sulut JE Kenap mengakui pemotongan anggaran berpengaruh pada pelaksanaan sejumlah proyek, antaranya jalan dan infrastruktur. “Jelas pemotongan ini berpengaruh,” kata dia.
Dikatakan Kenap, proyek yang sudah berjalan terancam tidak terbayar. “Bisa hutang, nanti dibayar pada anggaran berikut,” kata dia.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey mengaku, kebijakan pemotongan dana transfer daerah berpotensi menunda bahkan membatalkan sejumlah proyek di daerah. “Paling berimbas di kabupaten dan kota,” kata dia.
Menurut Olly, sejumlah proyek daerah banyak didanai dengan dana DAK dan DAU. Di antaranya ada proyek pengentasan kemiskinan.
Olly berencana melakukan lobi khusus terhadap Sri Mulyani agar kebijakan itu batal. “Saya segera ketemu Sri Mulyani,” kata dia.
Wahida, Kepala BPK RI Perwakilan Sulut menilai, pemotongan anggaran dana transfer daerah berpotensi membuat daerah berhutang.
“Jika ada pengerjaan yang sudah terprogram lalu tiba tiba ada penotongan, daerah akan kelimpungan,” kata dia.
Dikatakan Wahida, pihaknya belum bisa memberi saran kepada pemerintah untuk mengantisipasi dampak pemotongan tersebut. “Kita akan lihat regulasinya bagaimana,” ujar dia.

























