Manado – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) layak mengakomodir semua kebutuhan yang diperlukan dalam memperkuat pemerintahannya mendatang. Termasuk, perihal sejumlah nama putra-putri daerah yang ingin berpartisipasi duduk di dalam kabinetnya nanti termasuk dari Sulut.
Pengamat Politik Jebolan Fisip UGM, Taufik Tumbelaka menyebut, beberapa putra terbaik Sulut layak diakomodir masuk kabinet pemerintahan presiden Jokowi-JK periode 2014-2019. Itu karena kualitas sumber daya manusia putra putri asal Sulut, memiliki kapasitas untuk berbicara di pentas nasional.
Dikatakan Tumbelaka, ada dua putra terbaik daerah asal Sulut yang pantas dipertimbangkan duduk di kabinet pemerintahan Jokowi – JK. Kedua figur tersebut, yakni Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) yang saat ini menjabat Gubernur Sulut dan Harley Mangindaan (Ai), Wakil Walikota Manado.
Mengapa dua tokoh ini, lanjutnya, karena selain sudah memiliki pengalaman di pemerintahan yang cukup memadai, ke dua tokoh ini memiliki kapasitas dan akseptabilitas di tingkat nasional. “SHS merupakan Ketua AIPI dan pernah menjabat Irjen Depdagri. Sementara Ai yang merupakan anak Menteri Perhubungan RI saat ini dikenal memiliki kepribadian yang baik dan karakter yang menyerupai Jokowi,” terang Tumbelaka.
Lantas jabatan Menteri apa yang cocok bagi ke dua putra terbaik Sulut ini? Menurut putra Gubernur Pertama Sulut, SHS cocok di Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Ai pantas menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.
“Kepala Bappenas menurut saya haruslah dijabat orang yang memiliki banyak mimpi. Kita tahu SHS merupakan gubernur pemimpi. Banyak mimpi besarnya yang terimplementasi dalam program-program pembangunan Sulut. Nah, cocoklah SHS sebagai Menteri Bappenas/Kepala Bappenas di kabinet Jokowi-JK 2014-2019,” ujarnya.
Adapun Harley (Ai) Mangindaan, menurut Tumbelaka, memiliki kemampuan menginspirasi generasi muda dan memiliki concern terhadap pengembangan olah raga seperti ayahnya (EE Mangindaan). “Saya jamin Ai lebih baik dari Roy Suryo (Menpora saat ini) dan Andi Malarangeng,” imbuhnya.
Diketahui, semenjak Indonesia merdeka hingga pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekarang ini, putra-putri Sulut selalu mendapat tempat dalam pemerintahan nasional.

























