Manado – Isu perombakan susunan (reshuffle) kabinet oleh Presiden Joko Widodo makin kuat berhembus. Nama Gubernur Sulut Olly Dondokambey semakin kuat digadang-gadang masuk menjadi salah satu Menteri di kabinet kerja saat reshuffle kabinet yang kabarnya akan dilakukan Presiden Jokowi dalam waktu dekat.
Menyikapi isu akan masuknya Olly Dondokambey dalam kabinet kerja, Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) secara terbuka menyatakan ketidaksetujuannya.
Dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Mitra, dalam rangka peringatan HUT ke – 9, Senin (23/06), Sumendap menyatakan bahwa ia merupakan salah satu yang tidak setuju Olly Dondokambey menjadi Menteri.
Ketidaksetujuan Bupati eksentrik ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, keberadaan Olly Dondokambey sebagai sosok pemimpin berdarah dingin sulit tergantikan. “Saya salah seorang yang tidak setuju pak Olly Jadi Menteri. Bukannya tidak pantas, pak Olly sangat pantas dan sangat layak jadi Menteri, tapi bila pak Olly ke pusat saya sanksi Sulut akan menjadi provinsi hebat,” kata Sumendap.
Pernyataan Sumendap menyiratkan keraguan terhadap kemampuan calon suksesor Olly Dondokambey yakni Wakil Gubernur Steven Kandouw (berdasarkan undang-undang, bila Gubernur berhalangan tetap, Wakil Gubernur naik menggantikan). “Bila pak gubernur Olly Dondokambey jadi Menteri, saya tidak yakin penggantinya akan sama dengan pak Olly,” ungkapnya.
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat dikonfirmasi wartawan akhir pekan lalu terkait isu akan menjadi Menteri, menepis. “Itu hanya isu,” ujarnya.
Menurut Bendahara Umum PDI Perjuangan ini, obsesinya saat ini adalah bekerja untuk rakyat Sulawesi Utara. “Saya fokus bekerja mewujudkan janji-janji kampanye kami waktu lalu. Belum memikirkan jadi Menteri,” imbuh Ketua DPD PDI-P Sulut.

























