Rentan Terpapar COVID-19, Booster Bagi Nakes Di Minahasa Mulai Dilakukan

Minahasa – Suntikan vaksin COVID-19 ketiga, atau yang dikenal dengan istilah booster, bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Minahasa, mulai dilakukan. Sejak Jumat pekan lalu, Dinas Kesehatan Kabupaten Minahasa mulai melakukan suntikan booster bagi nakes di seluruh Puskesmas yang tersebar di Minahasa.

Kepala Dinas Kesehatan Minahasa dr Maya Rambitan MKes kepada Cybersulutnews.co.id, Rabu (18/08) mengatakan, nakes memiliki potensi tertular lebih tunggi, meski sudah dua kali vaksin, sehingga pihaknya mengantisipasi dengan booster.

“Kita sudah mulai dari nakes Puskemas. Sejak Jumat lalu sudah mulai dan saat ini sedang berlangsung. Ini memang sudah Harus segera dilakukan karena banyak juga nakes juga yang terkena COVID-19 meski sudah divaksin pertama dan kedua,” kata Rambitan.

Meski booster sudah mulai dilakukan, Rambitan menyebut bahwa belum semua bisa di vaksin ketiga. Alasannya menurut dia, nekes yang sudah terlanjur terpapar COVID-19 belum bisa karena harus menunggu hingga tiga bulan setelah sembuh.

“Nakes lain masih tertunda karena ada yang sudah terpapar dan harus menunggu tiga bulan. Ini yang menjadi dalanya dalam percepatan booster bagi nakes, sebab dalam satu vial atau satu botol, harus disuntikkan kepada 14 nakes, sementara kadang tidak lengkap sehingga harus ditunda, sebab kalau sudah dibuka botolnya sudah harus dihabiskan,” terang Rambitan.

Untuk booster ini sendiri menggunakan vaksin merek Moderna, dimana efek sampingnya sama dengan Astrazeneca, sehingga para nakes yang akan di booster juga harus dalam kondisi fit, kata Rambitan.

“Moderna memiliki efek samping seperti Astrazeneka, harus dalam kondisi fit karena memiliki efek samping demam tinggi dan nyeri pada tempat suntikan,” ujarnya.

Sementara, untuk jumlah dosis yang masuk ke Minahasa sendiri untuk tahap pertama ini berjumla 68 vial, dimana satu vial untuk 14 nakes, yang artinya disisi yang ada saat ini baru diperuntukkan bagi 952 nekes di Dinas Kesehatan Minahasa.

“Ada 2.054 nakes yang ada saat ini di Minahasa. Semua menjadi prioritas, tapi yang dianfrak saat ini bagi yang sudah siap divaksin. Yang lain ada yang belum lama terpapar, ada yang memiliki komorbit, hamil dan halangan lain, sehingga belum semua bisa di booster,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan