Tomohon – Pemkot Tomohon mengikuti Workshop Energi Panas Bumi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut bekerjasama dengan Universitas Gajah Mada (UGM), 21-22 Januari di ruangan CJ Rantung Kantor Gubernur Sulawesi Utara. Pemerintah Kota Tomohon sendiri menugaskan Kasubag Humas Djufry Rorong SSos.
Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Provinsi melalui Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov bersama tim dari UGM yang dipimpin Kepala Pusat Penelitian
Panas Bumi UGM/Ketua Tim UGM-NZAID CaRED Program di bidang panas bumi Ir Pri Utami MSc PhD.
Pelaksanaan kegiatan yang bertemakan “Panas Bumi Energi : untuk Sulut, untuk Negeri”.
Kegiatan ini juga sebagai bagian dari
tindak lanjut Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Panas Bumi di Sulawesi Utara yang telah ditanda tangani oleh Rektor UGM dan Gubernur Sulut.
Untuk materi worshop yang disampaikan yakni mengenal energy panas bumi
oleh Ir Pri Utami MSc Ph D, selaku Kepala Pusat Penelitian Panas Bumi
Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada.
Energi Panas Bumi dan Budaya Bangsa-Bangsa oleh Dr I Wayan Warmada selaku anggota pusat penelitian Panas Bumi Fakultas Teknik UGM; Pengembangan Panas Bumi di Selandia Baru oleh Dr Supri Soengkono selaku peneliti senior GNS Science New Zealand, Direktorat Panas Bumi EBTKE (Energi Baru Terbarukan dan
Konservasi Energi) Ir Yunus Saefulhak,MM MT, Jurnalisme Sains Panas Bumi oleh Yosep Suprayogi Kepala Pengembangan Produk Digital Kelompok Tempo Media, Pemanfaatan Energi Panas Bumi oleh Hesky S Kolibu SPd ST MT akademisi UNSRAT serta materi lainnya yakni Perundangan dan kebijakan Pengelolaan Panas Bumi di Indonesia.
Setelah para peserta dibekali pengetahuan tentang Geothermal pada hari pertama, selanjutnya pada hari kedua dilaksanakan kunjungan lapangan di Kantor Pertamina dan kembali menerima materi dari PT PGE oleh Ahmad Yani selaku Manajer Operasional yang mengatakan bahwa PT PGE mensupalai 30 % ke PLN untuk kebutuhan listrik di Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Selanjutnya pada kesempatan tersebut Ir Pri Utami MSc Ph D kembali mengingatkan pentingnya energy panas bumi untuk
pendidikan, pariwisata dan peningkatan ekonomi.
Seterusnya dilakukan peninjauan lapangan ke lokasi sumur 13 dan sekitarnya serta mengunjungi cluster 24 Tondangow dan menyaksikan sudah teratasinya semburan uap air.
Dalam kunjungan ini seluruh peserta worshop juga melihat dari dekat sumur bor dan sumur injeksi serta mengunjungi ruangan kontrol dan berdialog dengan Manajer operasional dan para operator.
Para peserta Worshop yang terdiri dari
Humas Pemprov, Humas Kabupaten/Kota, Humas DPRD Provinsi dan Humas
DPRD Kabupaten/Kota serta jurnalis merasa sangat puas karena mendapatkan pemahaman yang baik tentang Energi Panas Bumi.(maria)


























