Siapa Dampingi JWS di Pilbup Minahasa 2018…?

Minahasa – Pasca dikumandangkan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Drs Steven OE Kandouw, sebagai keterwakilan partai, di acara HUT ke-44 PDIP dan pelantikan Pengurus Ranting, Badan dan Sayap se-Kabupaten Minahasa, 14 Januari 2017 lalu, posisi Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDIP Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi nampak tak tergoyahkan lagi sebagai calon tunggal Bupati di Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Minahasa 2018 mendatang, dari PDIP.

Pertanyaan yang kemudian menjadi teka besar muncul, siapa yang layak mendampingi JWS di Pilbup 2018 mendatang tersebut??? Siapa kira-kira yang akan berpasangan dengan figur fenomenal seperti JWS ini, dalam rangka memperebutkan kursi orang nomor satu di tanah Toar Lumimuut nanti?

Pertanyaan ini bergulir dikalangan masyarakat Minahasa, meski Pilbup Minahasa terbilang masih cukup lama. Sejumlah nama yang dianggap layak pun bermunculan. Baik dari kalangan Pengusaha, Birokrat maupun Politisi, seperti Roy O Roring (ROR), Ivan SJ Sarundajang (Ivansa), Careig N Runtu (CNR), Dharma P Palar (DPP), Jefry Robby Korengkeng (JRK) dan Imelda Novita Rewah (INR). Oleh Fransye Sumampouw, salah satu Tokoh Organisasi Adat Minahasa mengatakan, sejumlah nama yang tersebut diatas ini sudah tentu memiliki keunggulan masing-masing.

Hal ini juga ditanggapi Pemerhati Politik Rommy Rumengan. Menurutnya, ROR masih hangat diingatan masyarakat kala dirinya ikut bertarung dalam Pilbup Minahasa tahun 2008 silam. Ketika itu PDIP yang memiliki nama besar sebagai partai pengusung dipertaruhkan. Hanya saja, dewi fortuna memang belum berpihak pada ROR yang kala itu meraih suara terbanyak kedua berpasangan dengan Steven OE Kandouw yang kini Wakil Gubernur Sulawesi Utara berpasangan dengan Olly Dondokambey, dimana intinya ROR gagal.

Selanjutnya menurut Rumengan, tahun 2015 lalu juga, ROR lagi-lagi diuji kepiawaiannya dalam berpolitik. Dirinya diberi tanggung jawab untuk mengamankan Pilwako Manado, namun beban politik yang diberikan dipundaknya belum mampu dipikul beliau. Dikatakannya, ROR adalah Birokrat sejati, sepak terjangnya di dunia ASN (Aparat Sipil Negara, red) sangat melekat, sehingga tidak dapat diragukan lagi.

“Maka dari itu menurut saya, ROR lebih cocok menekuni talenta atau spesialisnya sebagai ASN saja,” kata Rumengan.

“Demikian halnya dengan Ivansa. Sebetulnya peluang untuk memenangkan Pilbub 2018 nanti sangatlah besar. Hal ini disebabkan karena kedua Tokoh ini sudah teruji memenangkan pertarungan mengalahkan Incumbent yang sangat populis, SVR, yang terbilang sangatlah sulit karena Partai penguasa kala itu.

“Menurut sumber terpercaya ring satunya JWS yang namanya tak mau disebutkan bahwa, untuk Pilbup 2018 nanti, kemungkinan hal yang mustahil apabila kedua Tokoh ini akan berpasangan lagi. Pernyataan saya di atas ini pasti akan menimbulkan pertanyaan besar dari masyarakat, kenapa pasangan JWS-Ivansa menjadi hal yang mustahil? Jawaban dari hal tersebut, hanya ada di dalam hati JWS dan Ivansa sendiri, kenapa mereka tidak bisa disandingkan lagi,” terang Rumengan.

Politisi CNR merupakan figur muda yang tak kalah populer. Nama  CNR juga di gadang-gadang layak dampingi JWS. Tentunya peluang memenangkan Pilbub 2018 sangatlah besar bila kedua figur ini berpasangan. Sebab, hak kesulungan partai beringin ada ditangan CNR selaku Ketua DPD II Partai Golkar Minahasa. Apalagi, kedekatan emosional antara JWS dan CNR sudah berjalan begitu lama. Namun, menurut Rumengan, hal ini sulit terealisasi.

“Melihat sejarah perjalanan kedua figur ini di dunia politik, ada masa lalu yang menjadi latar belakang sehingga keduanya kemungkinan besar tak bisa menyatu,” ujarnya.

Selain ROR dan CNR, kalangan akademisi yang dinahkodai James Sumaiku, telah melakukan riset atau survei. Dari daftar beberapa nama calon yang disodorkan ke responden ternyata muncul juga dua figur lain yang dianggap layak yakni JRK dan INR. Kedua figur ini oleh Sumaiku dikatakan yang paling signifikan mendapatkan respon positif responden untuk mendapingi JWS.

“Dari dua figur ini sama-sama mempunyai peluang. Hanya saja, hasil survei INR hampir mendekati paripurna, dimana yang bersangkutan sudah teruji mempunyai konstituen yang jelas. Rewah juga kader muda yang potensial dan energik dari berbagai aspek. Srikandi muda ini, memenuhi semua syarat, termasuk siap finansial,” ucap Sumaiku.

“Kesempatan yang sama pula dimiliki JRK, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Minahasa. JRK berpeluang mendapingi JWS, dimana hasil survei yang bersangkutan selisih sedikit dibawa INR. Untuk finansial kesiapan dari JRK masih akan di konfirmasi lagi. Namun apapun yang menjadi pembicaraan akhir akhir ini, kita tunggu saja, yang pasti Pilkada 2018 nanti akan ada kejutan,” kata Sumaiku lagi.

Sementara, menurut sejumlah pengamat, ketokohkan JWS masih sangat sulit disejajarkan dengan lawan-lawan politik lainnya. Indikatornya menurut pendapat dari berbagai kalangan, JWS telah banyak berbuat, termasuk perubahan infrastruktur yang telah dirasakan masyarakat. Secara objektif dalam kurun tiga tahun JWS memimpin, pembangunan di Minahasa bagaikan disulap, menjadikan Tondano dari image “Kota Mati” berubah menjadi Kota yang bersinar.

“Tak hanya itu saja, ada jalan-jalan di kecamatan Langowan yang menurut pengakuan beberapa masyarakat disana bahwa semenjak Indonesia merdeka baru pemerintahan JWS jalan tersebut di aspal,” ungkap salah satu tokoh agama desa Kopiwangker.

Diselah sela-sela kunjungannya ke lokasi musibah Longsor di kecamatan Kawangkoan, JWS ketika dikonfirmasi mengenai kesiapannya kembali berkompetisi di Pilbup 2018, secara diplomatis mengatakan, dirinya lebih siap dibanding Pilbup 2012 silam.

“Kalau membandingkan kesiapan periode yang lalu dengan periode sekarang, ada perbedaan yang menjulang. Periode yang lalu sebetulnya saya belum siap dari berbagai spek. Tapi untuk periode 2018 nanti, saya sangat siap segalanya,” pungkasnya.

Menurut JWS, semua yang akan berkompetisi layak di perhitungkan. Hanya saja, bila bicara soal kesiapan, sekali lagi dirinya menegaskan sangat siap.

“Tidak ada beban politik yang mengganggu saya untuk bertarungan di tahun 2018 nanti,” katanya lagi.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan