Manado – Gubernur Sulut, Sumarsono melalui Kepala Badan Kesbangpol Edwin Silangen meminta warga dapat bersama-sama pemerintah menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada).
“Saya minta warga dapat menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkada Sulut dan jangan mudah terpancing isu menyesatkan yang memecah belah,” kata Silangen, Kamis (27/11).
Dikatakan Silangen, mencermati maraknya selebaran menyesatkan yang beredar di tengah masyarakat termasuk di media sosial dan mengantisipasi pelaksanaan pilkada agar berjalan damai, lancar dan sukses maka dihimbau seluruh lapisan masyarakat untuk merapatkan barisan menjaga tali silaturahmi satu dengan yang lain.
Warga juga diminta untuk tidak terpancing isu-isu beraroma SARA dan provokasi yang memecah belah. “Selalu waspada, dengan tetap menjaga dan memelihara rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Apalagi menghadapi pilkada serentak tanggal 9 Desember, mendatang,” imbaunya.
Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, pimpinan ormas Silangen meminta untuk bersama-sama dapat menenangkan masa agar tidak terpancing isu-isu memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa yang telah terpelihata baik selama ini.
Dia pun meminta para pendukung masing-masing calon yang ada di Sulut tidak saling memprovokasi, yang berdampak pada terganggu keamanan dan ketertiban.
“Mari saling menghormati setiap pilihan calon, karena setiap masyarakat ada pilihannya masing-masing termasuk juga saya ada pilihan pribadi,” katanya.
Selain itu menurut Silangen, pemerintah desa harus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait menjaga keamanan jelang Pilkada.
“Karena pemerintah desa menjadi ujung tombak dari pemerintah di masyarakat, saya harapkan lebih sering menyampaikan kepada masyarakat untuk menjaga keamanan,” ujarnya.
Dirinya pun berharap seluruh masyarakat Sulut dapat menyukseskan proses Pilkada yang akan dilaksanakan 9 Desember mendatang.
“Saya berharap seluruh masyarakat yang mempunyai hak pilih nantinya dapat berpartisipasi pada pesta politik untuk memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut serta bupati/walikota,” tandasnya.



















