Tomohon – Bank Indonesia bersama Pemerintah Kota Tomohon sukses menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Acara ini menjadi momentum penting dengan ditandainya Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Pemerintah Kota Tomohon dan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, demi menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Walikota Tomohon, Caroll Senduk, ini dihadiri oleh Bupati Bone Bolango, Ismel Mile, Wakil Walikota Tomohon Sendy G.A. Rumajar, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara Joko Supratikto, Kepala Perwakilan BI Gorontalo Bambang Satya Permana, serta jajaran kepala dinas dan instansi terkait dari kedua daerah.
Dalam sambutannya, Walikota Caroll Senduk menegaskan bahwa inflasi merupakan persoalan sistematis yang memerlukan pendekatan dari sisi penawaran (supply) dan permintaan (demand).
“Pengendalian inflasi perlu didukung inovasi, sinergi kebijakan, serta peningkatan kompetensi. Kerjasama Antar Daerah menjadi kunci untuk menjamin ketersediaan pangan dan memendekkan rantai pasok, sehingga harga bisa tetap stabil,” ujar Caroll.
Ia juga berharap nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama yang dibangun dapat segera ditindaklanjuti dengan program-program nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Sementara itu, Bupati Bone Bolango Ismel Mile memaparkan sejumlah program unggulan daerahnya. Fokus utama mereka adalah pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya cabai.
Selain itu, dikembangkan juga model kawasan perdesaan terintegrasi berbasis komoditas strategis. Konsep ini tidak hanya bertujuan menjadi sentra produksi pangan yang efisien, tetapi juga mendorong ekonomi kreatif melalui sektor agrowisata.
Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, dalam paparannya menyampaikan bahwa meski tingkat inflasi di Sulawesi Utara relatif rendah, harga beberapa komoditas masih berpotensi bergejolak.
Menanggapi hal tersebut, di tahun 2026 terjadi transformasi kebijakan penting. Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) kini berubah menjadi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS). Fokus program ini adalah memperkuat ketahanan pangan dan sinergi yang lebih erat antara pusat dan daerah.
“Kota Tomohon perlu terus mengoptimalkan Gerakan Pangan Murah, sidak pasar, serta meningkatkan produktivitas melalui Program PATUA dan WANUA untuk memperkuat kelembagaan petani,” jelas Joko.
Puncak kegiatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama dan Perjanjian Kerjasama Antar Daerah. Melalui kesepakatan ini, diatur aliran komoditas strategis, yakni sayuran holtikultura dari Kota Tomohon, serta pasokan beras, tomat, dan cabai rawit dari Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.
Kerjasama ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menjaga ketersediaan bahan pokok dan menekan laju inflasi di kedua wilayah.





















