Manado – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi Sulut tahun 2016 sudah mulai jalan. Sejumlah proyek yang dibiayai APBD tahun 2016 sudah mulai dilelang. Bersamaan dengan dimulainya lelang proyek tersebut, kabar tak sedap berhembus, di mana sejumlah oknum yang menamakan diri sebagai tim sukses (Timses) calon Gubernur terpilih Olly Dondokambey (OD), diduga meminta proyek di SKPD Pemprov Sulut.
Sejumlah oknum mengaku timses OD ini dikabarkan mendatangi kepala-kepala SKPD dan meminta proyek dengan cara halus bahkan ada yang terkesan menekan. Para kepala SKPD ditengarai dibuat tak berdaya oleh ulah oknum-oknum tersebut dan terpaksa memberikan karena takut dengan ancaman lengser bila OD telah dilantik gubernur.
Penjabat Gubernur Sulut, Soni Sumarsono ketika dimintai tanggapannya, Selasa (19/01) di graha Bumi Beringin, mengaku belum mendapat laporan dari bawahannya dalam hal ini kepala-kepala SKPD. Menurut Sumarsono, dirinya telah bertemu secara langsung dengan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur terpilih. “Baik pak Olly Dondokambey maupun pak Steven Kandouw keduanya tidak pernah membicarakan proyek apalagi menitip agar proyek-proyek diarahkan kepada tim sukses,” ungkap Sumarsono.
Karena itu, lanjut Sumarsono, ia telah menginstruksikan SKPD untuk melakukan lelang proyek sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. “Laksanakan lelang proyek secara transparan lewat LPSE dan ULP, tidak ada kavling-kavlingan,” tegasnya.
Sebelumnya, ramai diberitakan bahwa sejumlah oknum yang mengaku Timses OD-SK juga mendesak agar pelantikan gubernur dan wakil gubernur terpilih dipercepat. Hal ini ditengarai dilakukan karena mengejar tahapan lelang proyek karena ditakutkan proyek-proyek akan dikavling oleh orang-orang Penjabat Gubernur, sementara mereka (timses, red) tidak kebagian.
Akan hal ini, Penjabat Gubernur Soni Sumarsono telah menegaskan bahwa tidak ada kavling proyek dari dia maupun orang dekatnya. “Semua saya lepas, diserahkan pada mekanisme dan aturan yang berlaku,” kata Sumarsono.

























