Bitung- Kabar bakal berkoalisinya dua partai besar di Bitung yakni PKPI dan PDIP dalam rangka menyambut Pilwako 9 Desember mendatang semakin nampak jelas kebenarannya.
Hal ini setelah Presiden Jokowi, yang merupakan kader PDIP, menunjuk ketua umum PKPI, Letjend TNI Purn Sutiyoso sebagai kepala Badan Intelegen Negara (BIN), Rabu (10/06/2015).
Menurut sumber yang layak dipercaya mengatakan, salah satu barganining posisition antara PKPI dan PDIP, adalah diangkatnya Sutiyoso sebagai kepala BIN.
“PKPI sudah tidak punya target lagi di Bitung untuk Pilwako, dan akan mendukung kader PDIP sebagai calon walikota menggantikan Hanny Sondakh,” ujar sumber tersebut.
Terkait dengan hal itu, ketua DPK PKPI Bitung, yang juga walikota, Hanny Sondakh saaat dimintai tanggapannya soal koalisi PKPI dan PDIP di Pilwako, hanya tersenyum sambil mengsisyaratkan kebenaran.
“Sekarang PKPI sudah semakin mendekat ke PDIP,” kata Sondakh sambil tersenyum, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kota Bitung, Rabu (10/06/2015), yang turut didengar oleh ketua DPC PDIP Bitung, Ir Maurits Mantiri yang juga wakil ketua DPRD Bitung.
Sumber lain mengatakan, untuk koalisi di Pilwako Bitung, tidak PKPI dan PDIP, namun juga akan bergabung Partai Demokrat. Konon kabarnya, posisi calon walikota akan diberikan pada kader PDIP, sementara posisi calon wakil walikota merupakan jatah Demokrat. PKPI sendiri hanya akan mendukung.
“Rencananya akan bersama juga partai Demokrat. Untuk figur siapa yang akan diusung, masih rahasia,” kata sumber yang enggan dipublikasikan namanya.
Dari kubu PDIP sendiri kabarnya sudah menetapkan satu nama sebagai calon walikota Bitung, yakni Ir Maurits Mantiri, yang beberapa waktu lalu telah mendaftar sebagai calon walikota di DPD PDIP Sulut, dan telah mengikuti fit and proper test.
Mantiri juga beberapa waktu lalu sudah mendaftar di PKPI sebagai calon walikota Bitung.
“Sebagai petugas partai, saya tentunya siap jika ditugasan partai untuk maju sebagai calon walikota,” kata Mantiri. (hezky)


























