Manado – Sejumlah masalah terkait kepariwisataan mengemuka dalam evaluasi bersama antara Wagub Steven Kandouw dengan Satgas pariwisata Sulut serta para Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kota Kamis (08/09) di kantor Gubernur Sulut.
Sejumlah “kisah sedih” menyeruak di antara keberhasilan Sulut mendatangkan ribuan turis dalam tempo singkat.
Beberapa turis menerima perlakuan tak ramah dari pelayan restoran.
Turis lainnya dipermainkan para sopir taksi yang memberi tarif kelewat tinggi.
Kendala klasik seperti kurangnya penanda wisata, macet serta jalan rusak masih saja ditemui.
Keluhan para turis itu terjadi di empat kota tujuan wisata yakni Manado, Bitung, Tomohon serta Minut.
Wakil Gubernur Sulut (Wagub) Steven Kandouw menengarai hal itu karena Kabupaten/Kota kurang merespon upaya Pemprov Sulut mendatangkan ribuan turis Tiongkok ke Sulut. “Daerah masih kalah cepat dengan Provinsi,” kata dia.
Kandouw meminta daerah lebih memaksimalkan potensi pariwisata di wilayah masing – masing. Dikatakannya, rugi jika daerah tidak menyambar peluang kunjungan turis. “Keuntungannya pasti akan mereka nikmati,” kata dia.
Wagub mengatakan, pariwisata adalah jalan tercepat untuk meraih PAD. Ia mencontohkan, seseorang hanya perlu mengeluarkan lima juta rupiah untuk memperoleh keuntungan melimpah.




















