Minahasa – Satu unit bangunan berbentuk rumah toko (Ruko) dengan luas sekira 300 meter persegi, milik Yudit Galatang (52), seorang dosen salah satu perguruan tinggi di Sulawesi Utara, berlokasi di Kelurahan Talikuran Lingkungan II Kecamatan Kawangkoan Utara, tepatnya di depan SPBU Kawangkoan, Kamis (08/09) sekitar pukul 11.25 Wita, ludes dilalap si ‘jago merah’.
Informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id dari Refli Najoan (51) salah seorang saksi mata menyebutkan, saat melihat kejadian kebakaran ruko milik keluarga Sekeon-Galatang ini kala asap hitam tebal membumbung diatas atap rumah.
“Melihat kebakaran itu, saya langsung melapor ke Polsek Kawangkoan dan langsung direspon Kapolsek Kawangkoan bersama empat anggota dan langsung datang ke lokasi kebakaran sekitar pukul 11.30 Wita. Saya melihat pak Kapolsek langsung menerobos masuk melalui samping rumah yang terbakar karena didalam rumah ada seorang nenek bernama Yulin dan langsung menyelamatkannya,” terang Refli.
Sementara, sekitar pukul 11.45 Wita, api dengan cepat membesar serta menghanguskan seluruh bangunan rumah dan barang-barang yang ada didalamnya.
Satu unit pemadam kebakaran (Damkar) milik Pertamina Geothermal Energy Tompaso tiba di lokasi kebakaran sekitar pukul 12.10 Wita untuk membantu memadamkan api dibantu dua unit Damkar milik Pemkab Minahasa 10 menit kemudian. Api kemudian dapat di padamkan sekitar pukul 12.40 Wita oleh tiga unit Damkar dibantu masyarakat sekitar dengan menggunakan fasilitas yang ada.
Kapolsek Kawangkoan AKP Edy Susanto ketika dikonfirmasi mengatakan, sebab-sebab kebakaran belum dapat dipastikan. Pihaknya melalui Kanit Reskrim Polsek Kawangkoan Bripka Fredi Tololiu SH bersama anggota reskrim lainnya masih melakukan olah tempat kejadia perkara dan investigasi di seputaran lokasi kebakaran.
“Kejadian ini sudah ditangani Polsek Kawangkoan. Kami masih menyelidiki untuk mengetahui dengan pasti sebab terjadinya kebakaran. Kerugian materi ditaksir lebih Rp 150 juta. Pada saat terjadi kebakaran, pemilik sedang tidak berada di rumah, yang ada saat itu seorang nenek bernama Yulin dan berhasil diselamatkan,” terang Susanto.(fernando lumanauw)




















