
Manado – Memasuki Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) serentak, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut), Jumat (4/12/2015) pagi, menggelar kegiatan simulasi pengamanan di Tempat Pemungutan Suara atau TPS.
Kapolda Sulut, Brigjen Pol Wilmar Marpaung mengatakan, simulasi yang digelar pihaknya itu bertujuan untuk memberikan gambaran situasi sebenarnya ketika anggotanya mengamankan TPS di lapangan.
“Tujuan simulasi pengamanan TPS adalah untuk memberikan gambaran sebenarnya di lapangan dan menyamakan persepsi tentang pola tindak bagi personel yang bertugas,” kata Brigjen Pol Wilmar Marpaung.
Guna mewujudkan pengabdian sebagai insan Bhayangkara yang profesional dan terlatih dalam setiap pelaksanaan tugas tambah Kapolda, setiap anggota harus bekerja dengan penuh semangat, disiplin serta selalu meningkatkan kewaspadaan.
“Lakukan tindakan tegas, terukur dan tepat sasaran sesuai prosedur terhadap setiap tindakan-tindakan yang melanggar hukum dengan menjunjung tinggi legalitas profesionalisme, proporsionalisme dan hak azasi manusia,” tegas Marpaung.
Simulasi pengamanan itu sendiri terbagi dalam dua sesi yakni, pengamanan pada TPS kategori aman dan rawan. “Pada TPS kategori aman, satu orang anggota Polri bertugas di dua TPS dibantu anggota Linmas. Sedangkan pada TPS rawan, dua orang anggota Polri bertugas di satu TPS dan dibantu personel Linmas,” papar Marpaung.
Dalam simulasi itu, tergambar jelas bagaimana pengamanan yang dilakukan anggota Polri dan personel Linmas dalam setiap tahapan pelaksanaan Pilkada. Mulai dari tahap pendistribusian logistik Pilkada, pemungutan suara, penghitungan suara dan pengawalan kotak suara ke PPS.
Selain itu, simulasi juga diperagakan bagaimana anggota Polri dalam menangani kericuhan yang dilakukan sejumlah oknum di salah satu TPS.(jenglen manolong)




















