
Tomohon — Peristiwa tragis hanyutnya empat bocah cilik yakni, Tirsa Tulong (8) Desa Ranowangko Jaga V, Cantika Pomantouw (7) Desa Ranowangko Jaga X, Putri Welan (7) Desa Ranowangko Jaga IV, dan Claudio Pomantouw (8) warga Desa Ranowangko Jaga I Kecamatan Tombariri, masih terus menyisahkan tangis. Sebelumnya, Tirsa Tulong dan Cantika Pomantouw yang telah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Minggu (17/11) sekitar pukul 05.30 Wita, Putri Welan berhasil ditemukan oleh salah seorang nelayan.
Seperti dikatakan Jemmy Tamalihis (56), salah satu nelayan mengatakan, pagi itu melakukan aktifitas kesehariannya untuk melaut. Tak pelak, kembalinya Jemmy dari melaut, sekitar 300 meter dari bibir pantai tepatnya tidak jauh dari muara sungai, tubuh korban Putri Welan terlihat dan sudah dalam kondisi membengkak. Jemmy pun langsung melaporkan ke Team Basarnas, Polsek Tombariri dan bersama Pemerintah Kecamatan, Koramil, serta masyarakat dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Tanawangko.
Minggu (17/11) kemarin sekitar pukul 12.00 Wita dilangsungkan acara prosesi pemakaman korban Putri Welan di rumah Keluarga Welan-Thomas Jaga IV Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri. Hadir dalam acara tersebut Kepala Inspektur Minahasa, Frits Muntu SSos sekaligus membrikan sambutan mewakili Pemkab Minahasa, Kapolsek Tombariri, Danramil Tombariri, yang dilanjutkan dengan ibadah prosesi pemakaman korban almarhuma Tirsa Tulong di Jaga V dan Senin (18/11) pukul 13.00 Wita akan dilanjutkan prosesi pemakaman Almarhuma Cantika Pomantouw di Jaga ViI Desa Ranowangko Kecamatan Tombariri.
Sementara Kapolres Tomohon, AKBP Ratna Setiawati SH yang dikonfirmasi melalui Kapolsek Tombariri, Iptu Deky Pangandaheng membenarkan adanya kejadian tersebut. “Korban Putri Welan ditemukan oleh salah seorang nelayan dan sementara dari pihak keluarga korban juga tidak meminta untuk diotopsi serta menghimbau kepada masyarakat guna cipta kondisi aman dan nyaman,” kata Pangandaheng.(Maria Wolajan)





















