
Pelak saja, matrial campuran cor beton yang cukup banyak yang ditumpahkan truk molen beton bersamaan dengan krikil membuat jalan di Babe Palar menjadi berbahaya bagi pengguna jalan, terutama kendaraan jenis sepeda motor.
Tak hanya itu, Ferdinand Novie Mewengkang, anggota DPRD Sulut yang saat itu menyaksikan secara langsung truk molen beton tak bertanggungjawab tersebut, langsung angkat bicara.
“Kejadian tumpahnya matrial cor beton bukan hanya sekali ini saja, tetapi sudah sering terjadi. Dan ini bukan hanya di jalan Babe Palar saja, melainkan jalan lainnya di Kota Manado, ketika truk molen beton itu lewat. Perlu diberikan teguran atau kembali diingatkan kepada perusahaan pemilik truk molen beton supaya harus
menjaga jangan sampai menumpahkan di jalan umum, yang tak hanya mengotori tetapi membahayakan dengan tumpahan matrial cor beton itu,” kata Ketua Komisi I DPRD Sulut ini, yang juga dijagokan Partai Gerindra untuk maju pada Pemilukada Kota Manado
sebagai calon walikota Manado.
Hal yang sama dikatakan Donny Wurangian, pengurus DPD Laskar Dewaruci Sulut, bahwa perlu pro aktifnya warga untuk melaporkan kendaraan (truk,red) atau perusahaan yang tidak mengindahkan kebersihan kota atau keselamatan pemakai jalan.
“Selain ditilang jika ditemui lagi truk molen beton tumpahkan matrial, juga harus diberikan sanksi terhadap perusahaan atau pemilik truk itu,” tukasnya.
Sementara itu Hari Lesar Ketua Federasi Buruh Indonesia (FBI) Sulut begitu geram
dengan truk molen beton yang menumpahkan matrial cor beton tersebut.
“Kalau truk itu masih menumpahkan matrial beton lagi, maka saya tidak sungkan-sungkan untuk mendapat truk itu dan melaporkan ke Lantas Polres maupun Polda untuk ditindak,” ujar Lesar, yang saat itu bersama warga lainnya langsung memberihkan tumpahan material tepat di Wakop Rike 43.(vebry)




















