Manado – Pemerintah Provinsi Sulut secara resmi melepas jenazah Almarhum Ir Parlindungan Tampubolon, Kepala Dinas Perhubungan dan dan Informatika dari kantor gubernur Sulut, Sabtu (03/08).
Pelepasan jenazah itu dipimpin Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil, bersama Sekdaprov Ir SR Mokodongan beserta seluruh kepala SKPD di lingkungan Pemprov Sulut.
Pamong senior itu, semasa hidup dikenal pekerja keras, tanpa mengenal lelah dan pantang menyerah. Dia seutuhnya telah mengabdikan dirinya untuk kemajuan daerah. Tak berlebihan jika, Pemprov Sulut sangat kehilangan salah satu birokrat yang punya andil penting masuknya sejumlah mega proyek di Sulut tersebut.

Jenasah Almarhum diusung pasukan TNI AU memasuki ruang persemayaman di kantor Gubernur Sulut
“Mengenang kehidupan almarhum bapak Ir Parlindungan Tampubolon dalam goresan karya pengabdiannya, maka tidaklah berlebihan bila Sulawesi Utara sangat berbahagia dan bersyukur pernah memiliki kader bangsa terbaik. Karena dari sentuhan kerja kerasnya, dari tetesan keringatnya dan dari buah-buah pikirannya maka lahirlah sejumlah karya yang mengundang kekaguman dan rasa hormat bahkan mendapat pengakuan dari berbagai kalangan”ujar Wagub Kansil saat memberikan sambutannya.

Wagub memberikan bunga di peti jenasah almarhun
Dituturkan Kansil, almarhum selain pekerja keras, juga kerja cerdas dan kerja tuntas. Dari almarhum telah melahirkan kepercayaan pemerintah provinsi Sulut bahkan pusat dan dunia internasional, dimana almarhum merupakan salah satu sosok kunci dalam mencetuskan rencana pembangunan berbagai sarana perhubungan.
Diantaranya rencana pembangunan jalan tol Manado-Bitung dan pembanguan Rel Kereta Api serta pengembangan bandara internasional Sam Ratulangi Manado dan pelabuhan laut internasional Bitung sebagai Gateway Sulut serta bandara di pulau Miangas.

Sambutan Wagub di acara pelepasan jenasah
Pada kesempatan itu Kansil mengharapkan kepada istri dan anak-anak, keluarga dan kerabat serta rekan kerja agar selalu tabah akan kepergiannya karena ini bukanlah akhir dari segala pengharapan dan perjuangannya tapi kepergiannya harus dijadikan sebagai pembelajaran iman untuk bekerja lebih giat lagi dan berusaha lebih keras lagi serta berkarya lebih baik lagi karena Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Gubernur SH Sarundajang ketika melayat di rumah duka
Hadir pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi Sulut Ny Deetje Sarundajang Laoh Tambuwun, Penasehat TP PKK Ny Mieke Kansil Tatengkeng, Forkompinda, Sekprov Sulut Ir SR Mokodongan dan istri Ny Masye Mokodongan Turang, Seluruh Kepala SKPD, Anggota Dharma Wanita dan TP PKK dan Pegawai Kantor Gubernur Serta Pegawai Dinas Perhubungan dan Informatika.
Sebelumnya, pada Rabu (31/07) malam, gubernur bersama Wagub dan seluruh unsur Forkopimda dan kepala SKPD telah melayat dan memberikan penghiburan di rumah duka. Ir Parlindungan Tampubolon , meninggal dunia di RS Prof RD Kandou, Rabu (31/07) subuh.
“Almarhum yang biasa disapa Horas ini, saya tahu persis merupakan sosok pemimpin pekerja keras, semasa hidupnya pria kelahiran Siantar 13 Mei 1959 itu tak pernah mengeluh soal kondisi fisiknya. Setiap tugas yang saya berikan tidak pernah ditolak sekalipun kondisi fisiknya lagi kurang fit, Almarhum tetap bertugas. Buktinya beberapa hari terakhir sebelum almarhum masuk rumah sakit, masih sempat menghadiri acara di Minahasa,” ujar Sarundajang dengan sedih.
Almarhum yang bergelar Insinyur Teknik Elektro alumni universitas Sumut Medan, diangkat menjadi CPNS Tahun 1986 dengan pangkat Penata Muda IIIa di Kementerian Parpostel sampai dengan pangkat Pembina IVA.
Sementara riwayat jabatan yang pernah dipegang Almarhum, Kasie Monitoring Frekwensi radio Kanwil parpostel Sulut, dipromosi menjadi Kabid Frekwensi radio, Kabid Postel Kanwil Dep Hub Sulut, Kasubdin Postek Dishub Sulut, Kabid PO dan Telekomunikasi Diskominfo serta sejak tahun 2010 di angkat sebagai Kadis Perhubungan dan Kominfo Sulut.
Almarhum meninggalkan seorang Isteri Selvi Y Toding serta empat orang anak yaitu Samuel Mangapul, Hendrik Salomo, Anastasia Stevani dan Yessica Theresia Tampubolon.




















