Wagub : Sebagian Pejabat Pemprov Tak Lagi Gaptek

Manado – Keterbukaan informasi publik di lingkungan pemerintah berjalan beriring dengan kemajuan teknologi informasi. Karena itu, aparatur pemerintah terlebih pejabat haruslah melek teknologi. Namun fakta di lapangan, banyak pejabat yang masih gagap teknologi (gaptek).

“Tidak semua, sebagian pejabat sudah tidak gaptek lagi. Bahkan sebagian kami sudah ada di grup media sosial,” bantah Wakil Gubernur Sulut, Dr Djouhari Kansil usai membuka Rakor Kehumasan yang digelar Biro Pemerintahan dan Humas di Aula Huyula Kantor Gubernur, Jumat (05/12).

Menurut Wagub, ia telah mengingat-ingatkan pejabat untuk melek teknologi. Pasalnya, saat ini sudah eranya teknologi informasi. Karenanya muncul paradigma, barang siapa menguasai informasi, dialah yang akan menguasai dunia. Kemajuan dalam bidang teknologi informasi sangatlah pesat sehingga dikenalah istilah dunia tanpa batas (borderless world).

“Sudah sejak lama saya mendorong pejabat di lingkungan Pemprov Sulut untuk bisa mengakses email dan website. Sebab banyak informasi dan pengetahuan bisa diperoleh melalui layanan internet. Siapa yang tidak mau belajar, pasti akan tertinggal,” ungkapnya.

Lanjutnya, gambaran suatu daerah maju dan modern dapat dilihat aparatur pemerintahannya, salah satunya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih dalam upaya membangun daerah Nyiur Melambai.

“Dalam mendukung pelaksanakan tugas seiring perkembangan teknologi dan upaya kemajuan sumber daya manusia, aparatur pemerintah diharapkan mampu menguasai teknologi informasi dalam melaksanakan pekerjaan sebagai pelayan masyarakat,” imbuhnya.

Dalam acara yang sama, Koordinator Tim Media Sekretariat Dewan Nasional KEK Kemenko Perekonomian, Raja Hendrik Napitupulu ME mengatakan, saat ini, perkembangan media massa sudah semakin maju. Media cetak perlahan-lahan mulai beralih ke online. Bahkan media televisi kini juga telah mengarah ke online. “Agar tidak tertinggal, mau tidak mau pejabat dan seluruh aparatur pemerintah haruslah bisa melirik media online sebagai saluran menyampaikan informasi kepada masyarakat luas (publik),” wanti-wantinya.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan