Tomohon – Memasuki musim hujan, ruas jalan bekas longsor medio Januari lalu, menjadi momok yang cukup mengkhawatirkan bagi pengguna jalan sibuk ini.
Betapa tidak, intensitas hujan yang tinggi dan terus menerus, dikhawatirkan akan kembali menimbulkan longsor dari dua sisi tebing. Pasalnya dari pengalaman bencana longsor yang memakan korban jiwa 15 Januari lalu itu disebabkan hujan yang lebat sehingga tebing tak kuat menahan beban.
“Yang cukup menakutkan adalah sisi kanan dari arah Tomohon yang belum direhabilitasi, sehingga saya khwatirkan, jurang yang menganga lebar itu akan kembali longsor. Ketakutan-ketakutan seperti ini akan muncul saat saya melewati jalan ini saat sedang hujan,” tutur Meilany warga Kakaskasen.
Ditambah lagi dua jembatan Bailey yang kondisi kayunya sudah mulai lapuk.
“Pemerintah jangan tunggu ada korban jatuh baru memperbaiki jalan ini. Cari solusi B jika solusi B belum bisa dilakukan,” ujarnya.
Pemkot Tomohon sendiri sebenarnya sudah berusaha mencari alternatif lain untuk mengatasi hal ini akibat pemotongan anggaran dari pemerintah pusat.
“Sebelum Natal, jalan Tinoor-Warembungan sudah selesai, “ujar Kadis PU Tomohon, Joice Taroreh. (maria wolajan)




















