
Minahasa – Sejak proyek pemasangan instalasi air bersih mulai dikerjakan, sejumlah warga di pusat Kota Tondano tampaknya mulai kurang mendapatkan air bersih. Bahkan bisa dikatakan air yang disuplai PDAM Minahasa sudah jarang dirasakan warga.
Menurut Dina Karim salah satu warga Kelurahan Wawalintouan, Kecamatan Tondano Barat mengatakan, selain tidak lagi mendapatkan air bersih, proyek tersebut sangat menggangu ketentraman warga sekitar akibat jalan yang digali untuk pemasangan pipa tidak dicor dengan semen jalan menjadi rusak dan berlubang.
“Kami sangat mendukung proyek ini, tapi jika kondisinya seperti ini tentu kami sangat terganggu. Bayangkan sejak proyek ini dikerjakan, kami tidak lagi mendapatkan air bersih karena pipa milik PDAM yang mengaliri rumah warga rusak akibat penggalian pipa tersebut. Selain itu lubang bekas galian pipa hanya ditutup dengan tanah sangat mengganggu kenyamanan kami dan keindahan kota Tondano,”ujarnya.
Hal ini juga mendapat tanggapan dari anggota DPRD Minahasa Pricilia Lumengkewas, ia meminta pihak pelaksana proyek untuk memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan warga sekitar. Selain itu tanah bekas galian pipa disekitaran pusat kota Tondano jangan dibiarkan menumpuk dipinggir jalan dan didepan rumah-rumah warga yang pada akhirnya merusak wajah kota Tondano.
“Pihak pelaksana proyek harus proaktif dengan menata kembali bekas galian pipa seperti semula, terlebih di sekitaran pusat kota Tondano. Yang pasti tanah bekas galian harus ditata agar tidak memberikan dampak negatif bagi masyarakat,”ujar Lumingkewas.
Sementara itu, pihak PDAM Minahasa ketika dikonfirmasi terkait hal ini mengaku, proyek tersebut bukan kewenangan mereka. Pasalnya, proyek tersebut dari Provinsi Sulut.
“Proyek tersebut sepenuhnya kewenangan pemerintah provinsi. Namun kami akan menyampaikan apa yang menjadi keluhan dari masyarakat sekitar.” jelas Suwarno.(maria wolajan)




















