Manado – Kepala Biro Pembangunan Setdaprov Sulut Farly Kotambunan SE menyebutkan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun lapangan untuk melakukan monitoring terhadap semua proyek fisik yang dikerjakan seluruh SKPD Pemprov Sulut.
“Monitoring ini dilakukan untuk memastikan, apakah betul sudah sesuai dengan laporan dalam rapim EPPA yang dipimpin pak Wagub waktu lalu?. Jangan sampai laporan yang diberikan tidak sesuai dengan fakta. Makanya kami akan turun lapangan,” tegasnya.
Kotambunan kemudian menginbatkan agar SKPD yang masuk Zona Merah untuk segera mempercepat penyerapan anggarannya, karena sisa waktu tinggal 2 bulan pada akhir tahun 2014 ini. “Sayang jika tidak dimanfaatkan. Padahal sudah tertata dalam APBD. Makanya harus digenjot sesuai arahan pak Wagub Kansil dalam rapim EPPA,”katanya.
Diketahui, dalam rapim EPPA yang dipimpin Wakil Gubernur DR Djouhari Kansil pada Selasa (14/10/2014) lalu, terungkap hampir seluruh SKPD penyerapan anggarannya masih dibawah 50 persen, baik untuk APBD Induk maupun APBD perubahan di tahun 2014.
Bahkan tercatat, ada 26 SKPD masuk Zona Merah dan 26 UPTD/balai yang kinerja penyerapan anggarannya dibawah target, yakni berada pada kisaran 10 sampai 20 persen.




















