Manado – Setelah Jemmy Kumendong dilantik sebagai Kepala Biro SDA Setdaprov Sulut, Selasa (14/10/14) lalu, praktis jabatan Kabag Humas kosong. Hingga saat ini jabatan Kabag Humas belum diisi karena Badan Pertimbangan Jabatana dan Kepangkatan (Baperjakat) Sulut masih menggodok pengganti Kumendong.
“Pengisian jabatan Kabag Humas akan segera dilakukan. Saat ini baperjakat masih sementara melakukan kajian, siapa birokrat yang layak menjabat Kabag Humas,” ujar Wakil Gubernur Sulut, Djouhari Kansil menjawab wartawan, akhir pekan lalu.
Sebelumnya, Gubernur SH sarundajang (SHS) kepada wartawan mengatakan bahwa khusus jabatan Kabag Humas, ia mendengar masukan dari wartawan sebagai mitra. “Untuk jabatan Kabag Humas kita share lah, kalian bisa mengusulkan nama, yang penting pangkatnya sesuai yakni minimal IIID dan maksimal VIA,” kata SHS.
Senada dengan Gubernur SHS, Sekprov SR Mokodongan meminta wartawan mengusulkan nama yang layak menjadi Juru bicara (jubir) pemprov Sulut. “Saya menantang kalian untuk mengusulkan nama pejabat untuk menjadi Kabag Humas, mungkin sedikit bocoran, tidak boleh perempuan harus laki-laki,” sebut Mokodongan sembari menjelaskan Kabag Humas tidak boleh perempuan demi menghindarkan fitnah karena Kabag Humas siang malam harus mendampingi pimpinan.
Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprov sulut, Lynda watania mengungkapkan, Kabag Humas harus dijabat oleh orang yang bukan hanya memiliki kecerdasan intelektual (IQ) tetapi harus juga memiliki kecerdasan soaial (SQ) dan kecerdasan emosional (EQ). “Kabag Humas di satu sisi harus bisa menterjemahkan kemauan atasan, di sisi lain harus bisa memahami karakteristik mitra kerja dalam hal ini para wartawan,” ungkap Watania.



















