1500 Hektare Hutan Sulut Terbakar, Kabupaten/Kota Diminta Bentuk Satgas

Manado – Kebakaran yang terjadi di daerah Nyiur Melambai merupakan fenomena alam yang terjadi di banyak titik.
Akibatnya luas hutan dan lahan perkebunan yang mengalami kebakaran kisaran 1500 hektar.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Utara Ir Herri Rontisulu kepada sejumlah wartawan saat mendampingi Gubernur Sulawesi Utara DR Sonny Sumarsono dalam memantau lokasi kebakaran, lereng gunung lokon,Kamis (23/09/2015).

“Lahan yang terbakar tersebut terdiri dari hutan cagar alam Takoko Kota Bitung 150 hektar, hutan margasatwa karakelang selatan Kabupaten Kepulauan Talaud 2 hektar, hutan gunung tumpa Kota Manado 3 hektar dan Hutan Produksi Terbatas (HPT) tatawiran desa warembungan Kabupaten Minahasa 300 hektar dan hutan cagar alam gunung lokon Kota Tomohon. Kemudian Hutan lindung gunung soputan Kabupaten Minahasa Selatan maupun lahan perkebunan 1.045 hektar,”ujarnya.

Lanjut dikatakan Rontisulu, Gubernur menegaskan seluruh Kabupaten/Kota segera melakukan langkah dengan membentuk satgas pengendalian kebakaran hutan dan lahan baik di desa/kelurahan dengan melibatkan unsur pemeritahan, dinas terkait, TNI, Polri, Ormas dan relawan ataupun instansi terkait lain.

“Kemudian, dihimbau dan giat melakukan penyuluhan dilapangan perihal pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Secara intensif melakukan patroli di daerah rawan kebakaran terutama di kawasan wisata dan areal aktifitas masyarakat,” terangnya.

Demikian pula, jika terjadi kebakaran tingkat koodinasi di galahkan baik tingkat provinsi maupun pusat sesuai mekanisme.

Lebih lanjut ditegaskan, bagi perusahaan pemegang konsesi pemanfaatan dan penggunaan kawasan hutan, bertanggung jawab terhadap kebakaran hutan di wilayah kerja dan wajib mempersiapkan sarana prasarana pengendalian yakni menara pemantau,peralatan pemadaman api, tim pemadam.

Selain itu, Rontisulu menuturkan kebakaran yang terjadi disebabkan faktor alam akibatnya adanya fenomena El-Nino diperkirakan pengaruhnya hingga bulan desember 2015.

“Dampak peristiwa ini mengakibatkan aspek ekonomi dan kesehatan. Dan terganggunya transportasi darat, laut dan udara. Bahkan punahnya flora dan fauna,”tandasnya.(tian)

Tinggalkan Balasan