Diduga Karena Masalah Asmara, Pemuda Kawangkoan Akhiri Hidup Gantung Diri

Minahasa – Diduga karena masalah asmara dengan sang pacar, lelaki Kevas Hizkia Rudolf Mamesah (19), pemuda asal Kelurahan Talikuran Utara Lingkungan I Kecamatan Kawangkoan, yang kesehariannya adalah mahasiswa di UNIMA, pilih akhiri hidup dengan cara gantung diri pada seutas tali, Rabu (17/08) sekitar pukul 19.30 Wita.

Informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, kejadian ini pertama kali diketahui nenek korban, Rita Mendur (69). Menurut keterangan nenek korban, dirinya sempat mendengar korban didalam kamar sementara berbicara menggunakan telepon genggam dengan seorang perempuan.

Selanjutnya, setelah beberapa menit kemudian, nenek korban kembali mendengar suara seperti orang mendengkur dengan keras. Mendengar suara tersebut, dirinya kemudian menuju ke kamar korban untuk mencari tahu yang terjadi.

“Pintu kamar itu terkunci dari dalam, saya berusaha masuk dengan cara mendorong pintu namun tetap tidak bisa terbuka,” ujar nenek korban.

Selang beberapa waktu, ibu korban Vonda Mamesah (54) datang dan mencari tau apa yang terjadi. Mendapat informasi dari nenek korban bahwa ada kejadian mencurigakan dikamar, ibu korban kemudian ikut membantu mendobrak pintu hingga akhirnya terbuka.

“Waktu pintu terbuka, saya melihat anak saya dalam kondisi tergantung sehingga saya langsung berteriak meminta pertolong,” ujar Vonda.

Mendengar teriakan minta tolong dari ibu korban, datang tiga lelaki masing-masing Randi Simbar (20), Jendry Palar (29) dan Hendro Rompas (32) untuk membantu.

“Waktu kamu lihat korban tergantung pada seutas tali, kami berusaha menolong dengan menurunkan korban karena menurut kami masih bisa ditolong. Selanjutnya kami membawa korban ke Puskesmas Kawangkoan,” terang Hendro.

Kapolsek Kawangkoan Iptu Edy Susanto terkait kejadian ini kepada Cybersulutnews.co.id membenarkan. Menurutnya, mendapat informasi itu pihaknya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan didapati korban murni meninggal karena gantung diri.

“Dari hasil olah TKP didalam kamar korban ditemukan seutas tali nilon yang tergantung di atas loteng rumah yang terikat pada dua paku yang ditancapkan pada loteng plafon rumah, tali dengan simpul hidup. Korban telah meninggal dunia, selanjutnya dari VER luar tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan, hanya bekas lilitan tali pada leher korban. Selanjutnya setelah berkoordinasi dengan orang tua korban, ibu kandung korban menolak untuk dilakulan outopsi dan dibuatkan surat pernyataan serta berita acara penolakan Outopsi. Diduga korban gantung diri karena masalah hubungan asmar,” terang Susanto.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan